OpiniPolitik

Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi, Apa Gerbong Suara yang Dibawa Gibran? 

×

Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi, Apa Gerbong Suara yang Dibawa Gibran? 

Sebarkan artikel ini
Gedung Mahkamah Konstitusi

Oleh Denny JA

TEROPONGNEWS.COM – Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan landasan yuridis bagi Gibran Rakabuming untuk menjadi calon wakil presiden, selanjutnya adalah sisi politik.

Apa efek elektoral  yang dibawa Gibran? Mengapa Gibran potensial untuk menjadi wakil presiden? Gerbong suara apa yang bisa dibawa oleh Gibran?

Kita mulai dulu dengan berita. Ini aneka isu yang paling hot yang sekarang ini ramai dibicarakan. Misalnya judul berita: “Putusan MK Soal Pernah Jadi Kepala Daerah  itu Golden Ticket bagi Gibran Untuk  Dilamar Sebagai Cawapres Prabowo.”

Atau judul lainnya: “Pengusaha Muda Pendukung Gibran Bagikan 1000 Mawar Sambut  Putusan MK.” Berita ini menyampaikan segmen pemilih muda antusias dengan putusan MK.

Denny JA, PhD

Apa sebenarnya efek elektoral dari Gibran setelah dimensi yuridis membolehkannya menjadi cawapres? Apa signifikansi politik Gibran di dunia elektoral?

Inilah tiga gerbong suara yang mungkin potensial dibawa Gibran,  yang potensial akan diambil oleh Gibran.

Pertama adalah gerbong suara dari Jawa Tengah. Indonesia kini terdiri dari 38 provinsi. Tapi hanya Jawa Tengah saja, total populasi di sana sekitar 13,39% sampai 16%.  Prosentase itu tergantung cara menghitungnya, dari basis populasi umum, atau basis Daftar Pemilih Tetap.

Jumlah satu provinsi, 13, 39%  hingga 16 % itu sangat besar sekali. Apalagi di sanalah, di Jawa Tengah itulah, suara Ganjar sangat dominan. Ganjar di Jawa Tengah mengalahkan Prabowo di atas 20%, walau Ganjar secara nasional masih kalah dengan Prabowo jika Head to Head.

Dengan datangnya Gibran,  maka Gibran akan memperkecil margin antara Ganjar dan Prabowo. Jika dominasi Ganjar di Jawa Tengah bisa dikurangi, dengan sendirinya total suara Ganjar di seluruh Indonesia akan jauh berkurang.

Kedua, gerbong suara yang akan dibawa Gibran adalah pemilih dari generasi milenial. Itu istilah untuk mereka yang lahir setelah 1982.  Usia mereka kini,  41 tahun ke bawah.

Berdasarkan survei LSI Denny JA bulan September 2023, total jumlah segmen milenial ini sekarang sebanyak 48,5%. Gibran satu-satunya wakil dari generasi milenial yang ikut dalam pasangan capres- cawapres 2024.

Dengan sendirinya potensial sekali Gibran mengambil suara kaum muda, kaum milenial,  yang jumlahnya minta ampun banyak. Ini hampir separuh dari populasi. 

Para politisi muda, pengusaha muda, profesional muda potensial digerakkan untuk menjadikan Gibran sebagai lokomotif membawa gerbong kaum milenial.

Ketiga, gerbong yang bisa dibawa oleh Gibran adalah pemilih yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Benar bahwa Jokowi tidak mengatakan secara eksplisit siapa capres yang didukungnya.  

Tapi dengan datangnya Gibran sebagai cawapres Prabowo, dengan sendirinya, itu memberi sinyal bahwa Jokowi berada di belakang Prabowo. Jumlah populasi,  mereka yang puas dengan Jokowi, sebanyak 70 sampai 80%. 

Tentu ada pemilih yang akan pergi dari Prabowo jika ia mengambil Gibran sebagai cawapres. Mereka adalah pemilih kalangan terpelajar dengan berbagai alasan, mulai dari dinasti politik hingga belum berpengalaman.

Tapi jumlah kalangan terpelajar ini dalam populasi pemilih Indonesia kurang dari 10 persen.

“Dijumlah-jambeh,” masih lebih banyak pemilih yang datang ketimbang yang pergi jika Prabowo mengambil Gibran sebagai calon wakil presiden.

Karena itu, jika akhirnya Gibran dipilih sebagai calon wakil presiden Prabowo, itu justru karena kalkulasi elektoral yang cermat.***

Denny JA adalah pendiri LSI Denny JA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *