BeritaKriminalitas

Polisi Sebut Dua Lubang di Jendela SD Negeri 38 Sorong Bukan Dari Senpi, Ini Penjelasannya

×

Polisi Sebut Dua Lubang di Jendela SD Negeri 38 Sorong Bukan Dari Senpi, Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Polresta Sorong Kota saat menggelar press release pengungkapan kasus penembakan kaca jendela SD Negeri 38 Sorong dengan menggunakan Ketapel. (Foto:Mega/TN) .

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Polresta Sorong Kota membantah telah terjadi teror tembakan senjata api (senpi) yang mengakibatkan kaca jendela ruang kelas di SD Negeri 38, Kota Sorong, berlubang.

1566
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Happy Perdana Yudianto yang diwakili oleh Waka Polresta Sorong Kota, AKBP Mathias Krey menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Selasa (19/9/2023) sekitar pukul 10.30 WIT. Di mana pada saat itu sedang berlangsung proses belajar mengajar di kelas.

Dua lubang pada kaca jendela SD Negeri 38 Kota Sorong.

“Saat itu saksi yang merupakan guru SD 38 sedang memberikan jam belajar tambahan les kepada dua orang siswa atas nama inisial FS dan E. Dua 2 orang siswa itu duduk di dekat jendela kelas kemudian mendengar bunyi kaca retak sebanyak dua kali dan mendapati kaca jendela tersebut berlubang, “ujar Mathias dalam press releasenya di Mapolresta Sorong Kota, Selasa (19/9/2023) malam.

Melihat kejadian tersebut, sambung Mathias, saksi kemudian segera mengeluarkan dua orang siswa dari dalam kelas dan memulangkan semua siswa SD 38 Kota Sorong.

“Pukul 12.10 WIT, Kapolsek Sorong Kota menerima laporan pengaduan dari masyarakat. Selanjutnya anggota piket Polsek mendatangi TKP, disusul tim inafis Polresta Sorong Kota. Dari hasil olah TKP Inafis, ditemukan bahwa bekas pecahan kaca bukan merupakan lubang tembakan senpi, “jelas Mathias.

Mathias mengungkapkan, setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengamankan seorang pemuda berinisial Y (19), yang bertempat tinggal tidak jauh dengan SD Negeri 38 Kota Sorong. Adapun barang bukti yang diamankan berupa kelereng dan ketapel.

“Jadi itu bukan tembakan senpi tapi ketapel dan kelereng. Kelerengnya kita temukan di TKP dan Katapelnya di rumah pelaku. Motifnya pelaku dongkol karena anak-anak SD tersebut selalu melempari rumahnya dengan batu,” Ungkap Mathias.

Pelaku penembakan kaca jendela SD Negeri 38 Kota Sorong dengan Ketapel saat memberikan keterangan. (Foto:Mega/TN).

Sementara pelaku yang dihadirkan pada press release tersebut mengaku bahwa ia merasa kesal, lantaran merasa terganggu dengan ulah murid SD tersebut yang kerap kali melempari rumahnya.

“Pas jam 10.30 WIT saya tidur, terus anak-anak lempar seng rumah berulang kali. Mama di dapur dan bapak kerja di depan, dengar itu mama tegur namun tidak dihiraukan dan malah balik menantang, jadi langsung saya tembak ketapel. Saya sempat marah ke guru, tapi tidak dihiraukan,”terangnya.

Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan melakukan mediasi dengan mempertemukan pelaku dan pihak sekolah.