BeritaPemerintahan

TPID Rumuskan Program Strategis Pengendalian Inflasi di Papua Barat Daya

×

TPID Rumuskan Program Strategis Pengendalian Inflasi di Papua Barat Daya

Sebarkan artikel ini
Pj. Gubernur Papua Barat Daya saat memimpin HLM di Rylich Panorama Hotel. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DS) menggelar High Level Meeting (HLM), Rabu (30/8/2023).

1563
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Kegiatan yang digelar di Rylich Panorama Hotel Kota Sorong itu dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musa’ad dengan melibatkan berbagai sektor yang tergabung dalam TPID.

“Saya selaku Pj. Gubernur hadir sebagai bentuk komitmen kita bersama dengan teman-teman dari berbagai sektor baik dari Bank Indonesia, atau BUMN, dan lain-lain yang tergabung dalam TPID, ” ujar Pj. Gubernur Papua Barat Daya.

Lebih lanjut dikatakan Musa’ad, HLM tersebut membahas agenda-agenda atau program strategis yang akan dituangkan dalam roadmap pengendalian inflasi di provinsi Papua Barat Daya.

“Kita sudah sepakati sejumlah agenda yang terangkum dalam 4K itu, bagaimana kita kendalikan harga, memastikan ketersediaan pasokannya, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif”jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen, ia juga sudah memastikan pimpinan SKPD bahwa di tahun 2023 ini sudah tersedia dukungan alokasi pendanaan, sehingga agenda-agenda tersebut bisa dilaksanakan.

Pemberian bibit cabai sebagai komitmen pengendalian inflasi di Papua Barat Daya. (Foto: Mega/TN).

”Tadi Kita juga sudah bagi-bagi bibit cabe, sebagai salah satu komitmen kita untuk mengendalikan inflasi lewat gerakan menanam cabai. Jadi ada hal-hal yang bisa kita dapatkan di pekarangan rumah kita dan tidak harus mengeluarkan uang. Yang terpenting kita memastikan harga beras jangan sampai naik dan kita juga mulai kembali ke kebiasaan dulu-dulu, ada pendamping panganan lokal seperti singkong, sagu dan sejenisnya dan tidak bergantung pada beras guna menjaga kestabilan harga beras,”terangnya.

Sementara itu, Kepala KPwBI Provinsi Papua Barat Rommy S. Tamawiwy mengatakan bahwa Bank Indonesia merasa sangat optimis dan semangat walaupun TPID dan TP2DD baru berdiri 5 bulan.

”Ini awal yang baik agar inflasi bisa terkendali di Papua Barat Daya, sehingga digitalisasi akan terus dipercepat. Jadi hal ini tidak berhenti kepada pemerintah dan semua mitra yang ada di sini, tetapi sampai kepada masyarakat bahwa semua bahu-membahu untuk bersinergi bersama untuk wujudkan visi yang dibangun pemerintah Provinsi Papua Barat Daya,”pungkasnya.