BeritaDaerah

Pj Bupati Tambrauw Beberkan Kendala Aksi Konvergensi Stunting 2022

×

Pj Bupati Tambrauw Beberkan Kendala Aksi Konvergensi Stunting 2022

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda Provinsi Papua Barat Daya Edison Siagian menyerahkan piala kepada Pj Bupati Tambrauw Engelbertus Kocu di Gedung Lamberth JItmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (9/8/2023).(Abe)

TEROPPONGNEWS.COM, TAMBRAUW – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengumumkan hasil penilain kinerja Kabupaten/ Kota terhadap 8 aksi konvergensi turunkan stunting tahun 2022 lalu, Kabupaten Tambrauw meraih pada peringkat keempat.

Ketua Bapperida Provinsi Papua Barat Daya Rahman,S.STP.,M.Si dalam sambutannya mengumumkan bahwa Kabupaten Sorong meraih peringkat 1 dengan total skor 121, disusul peringkat 2 Kabupaten Sorong Selatan skor nilai 105, Kabupaten Maybrat raih peringkat 3 skor nilai 98.

Peringkat 4 diraih dua Kabupaten yaitu Tambrauw dan Raja Ampat dengan skor 88, sedangkan Kota Sorong menjadi juru kunci alias peringkat 5 dengan skor nilai 73.

Penjabat Bupati Tambrauw Engelbertus Kocu saat dikonfirmasi awak media, Rabu (9/8/2023) menjelaskan daerah dipimpinnya itu berada di posisi peringkat 4 karena masih terdapat sejumlah kendala, faktor-faktor serta letak geografis yang mempengaruhi.

Kemudian anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Tambrauw yang minim serta infrastruktur tidak mendukung sehingga menjadi penghambat dalam 8 aksi konvergensi Kabupaten turunkan stunting tahun 2022.

Apalagi pemerintah daerah wajib mendukung pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024 nanti pasti membutuhkan anggaran yang cukup besar agar pesta demokrasi berjalan LUBER JURDIL.

“Dalam penanganan stunting di Tambrauw ini persoalan transportasi dan Infrastruktur yang sangat berat, kalau di Raja Ampat Kampung-kampung berada di pesisir pulau kalau Tambrauw Kampung-kampung berada di pesisir dan ada juga di hutan-hutan, ada lima Distrik yang harus gunakan helikopter ke sana, jalan kaki bisa sampai seminggu kesana,” ujarnya.

Karena itu pemerintah Tambrauw akan berkolaborasi OPD yang berkaitan supaya menurunkan stunting, Pj Bupati menegaskan bahwa stunting bukan persoalan makanakan tetapi semua faktor termasuk tempat tinggal, kesehatan dan lainnya.

“Setelah kami tiba di Fef, saya akan menggelar rapat bersama OPD terkait untuk membahas tentang langkah percepatan penanganan dan 8 aksi konvergensi turunkan stunting,mudah-mudahan tahun depan lebih lagi,” tandas Kocu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *