PAM Jaya Berencana Tambah 19 Ribu Sambungan Baru Air Perpipaan di 2024

Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya, Arief Nasrudin bersama Kepala Sub Penyediaan Air Bersih Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Elisabeth Tarigan dan Dirjen SDA Kementerian PUPR, Jarot Widyoko dalam acara Diskusi Balkoters Talk yang mengusung tema 'Revitalisasi Pipa Air Menuju 100 Persen Layanan PAM Jaya' di Pers Room Bengkel Jurnalistik, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2023). (Foto : Pierre Ombuh/TN)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Perumda PAM Jaya berencana menambah jaringan air perpipaan disejumlah titik wilayah di Jakarta. Dalam waktu terdekat, rencananya terdapat penambahan 19 ribu pelanggan baru, hal ini sebagai bentuk komitmen menyalurkan air bersih untuk warga Jakarta.

Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, mulai Agustus 2023 pihaknya berencana melakukan konstruksi pipa baru secara paralel. Pengerjaannya dimulai dari kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur yang selama ini masih menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih untuk kegiatan sehari-hari.

“Ke depan, kita melakukan konstruksi pipa secara paralel sebanyak 19 ribu sambungan rumah,” ujar Arief dalam acara Diskusi Balkoters Talk yang mengusung tema ‘Revitalisasi Pipa Air Menuju 100 Persen Layanan PAM Jaya’ di Pers Room Bengkel Jurnalistik, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2023).

Arief menjelaskan, pengerjaan sambungan pipa baru ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) bersumber dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, para pelanggan tak dikenakan biaya pemasangan sebagai upaya sosialisasi pengalihan penggunaan air tanah ke air perpipaan.

“Bahkan dikasih (pemasangan) gratis itu aja kita perlu effort (usaha) untuk melalukan sosialisasi. Mereka masih merasa air tanah di jakarta masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Arief.

Penambahan jaringan pipa baru untuk 19 ribu pelanggan ini merupakan upaya jangka pendek PAM Jaya memperluas layanan yang ditargetkan selesai 2024 mendatang.

“Saat ini kita sedang dalam proses percepatan perizinan, paralel juga dengan pekerjaannya. Kita juga sedang melakukan sosialisasi kepada calon pelanggan baru dari air perpipaan,” ucapnya.

Sementara itu, untuk jangka panjangnya PAM Jaya menargetkan penyambungan pipa baru sepanjang 7 ribu kilometer pada tahun 2030. Bila rencana ini berhasil diwujudkan, maka Jakarta akan memiliki layanan air perpipaan 100 persen di seluruh wilayah.

“Menuju ke 2030, kita akan menyambung 7 ribu kilometer perpipaan baru dengan pola model bundling investment dengan mitra kita,” jelas Arief.

Di sisi bersamaan, Kepala Sub Penyediaan Air Bersih Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Elisabeth Tarigan mengakui pentingnya menyadarkan masyarakat agar beralih dari penggunaan air tanah ke air perpipaan.

Masyarakat perlu disadarkan bahwa penggunaan air tanah secara terus menerus akan mengakibatkan kandungan air dalam tanah yang berkurang hingga mengakibatkan penurunan muka tanah.

“Nah ini memang yang harus disosialisasikan kembali ke masyarakat bahwa itu loh yang akan terjadi semakin berkurang (air tanah), semakin berkurang semakin berkurang, dan berdampak pada bangunan,” jelas Elisabeth

Kemudian, ia menyebut pengurangan dampak dari penggunaan air tanah bergantung pada komitmen PAM Jaya memperluas jaringan air perpipaan agar masyarakat bisa beralih dari menggunakan air tanah. Beriringan dengan itu, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat agar bisa mencegah penurunan muka tanah.

“Ini kelihatan goal-nya (capaian) sudah mulai kelihatan. Kita dengan segala macam, mulai dari supply-nya, kemudian dari penambahan jaringannya, dan segala upaya lain itu sudah mulai kelihatan dan kami di Pemprov optimis 2030 itu 100 persen itu pelayanan jaringan perdesaan di seluruh Jakarta,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berikut tujuh alasan mengapa harus memilih air perpipaan: (1) Lebih terjamin kualitasnya, karena memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes) No.492 Tahun 2010; (2) Air lebih sehat karena dilakukan disinfeksi, yaitu proses membasmi kuman dan bakteri; (3) Kuantitas air dapat dipenuhi sesuai kebutuhan pelanggan, air dipasok dengan tekanan yang mencukupi; (4) Kontinuitas air yang disuplai lebih terjamin, tidak tergantung musim; (5) Harga lebih murah karna bisa tanpa menngunakan pompa listrik; (6) Menambah nilai properti; dan (7) Membantu mencegah penurunan permukaan tanah di Jakarta.