Pendidikan

Ini Wujud Partisipasi Indonesia dalam Penyelenggaraan Pertemuan Keempat EdWG G20 di India

×

Ini Wujud Partisipasi Indonesia dalam Penyelenggaraan Pertemuan Keempat EdWG G20 di India

Sebarkan artikel ini
Seminar, pameran, dan pertemuan keempat Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) G20 serta pertemuan Menteri Pendidikan (Education Ministers Meeting/EMM) G20 di Pune, India pada 19-22 Juni 2023. Foto: ist.

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), turut berpartisipasi dalam rangkaian seminar, pameran, dan pertemuan keempat Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) G20 serta pertemuan Menteri Pendidikan (Education Ministers Meeting/EMM) G20 di Pune, India pada 19-22 Juni 2023.

1465
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Rangkaian acara ini menutup agenda EdWG di bawah Presidensi G20 India tahun 2023.

Pada pelaksanaan seminar bertajuk “Memastikan Keterampilan Fundamental Literasi dan Numerasi dalam Konteks Pembelajaran Campuran” (Ensuring Foundational Literacy and Numeracy in the context of Blended Learning), Indonesia diwakili oleh Pelaksana tugas (Plt.) Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, Kemendikbudristek, Irsyad Zamjani.

Dalam paparannya, Irsyad membagikan pengalaman dan praktik baik Indonesia dalam upaya meningkatkan kemampuan fundamental siswa melalui reformasi kurikulum. “Melalui kurikulum baru yang disebut Kurikulum Merdeka, kemampuan literasi dan numerasi menjadi komponen standar kompetensi lulusan yang diajarkan secara lebih kontekstual dan dipantau pencapaiannya melalui Asesmen Nasional,” tuturnya.

Turut berbicara dalam seminar adalah perwakilan dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, Inggris, Persatuan Emirat Arab, Spanyol, Tiongkok, OECD, dan UNICEF. Perwakilan Indonesia juga berkesempatan untuk mengisi pameran yang dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan seminar. menampilkan berbagai hasil studi terkait literasi dan numerasi. Sejumlah pengunjung dengan latar belakang akademisi, komunitas, pegawai pemerintah, dan pelaku usaha di India berkesempatan untuk bertukar pikiran mengenai hasil studi dimaksud terkait strategi pelaksanaan asesmen dan efektifitas penggunaan Bahasa Ibu untuk pembelajaran.

Sementara itu, pada pertemuan keempat EdWG, agenda utama diskusi adalah pembahasan lebih lanjut terkait hasil kerja tahun 2023, berupa ringkasan pimpinan sidang (Chair’s Summary), laporan, dan kompendium. Pada kesempatan ini, Indonesia mendukung Presidensi G20 India dalam perumusan dan diskusi ketiga hasil kerja yang pada akhir hari kedua pertemuan keempat EdWG ini berhasil difinalisasi.

Pada pertemuan EMM, delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek, Iwan Syahril. Ia menekankan bahwa memastikan kemampuan dasar dalam pendidikan perlu dilakukan. “Gotong royong untuk memastikan siswa menguasai kemampuan dasar mutlak diperlukan, terutama agar dunia dapat benar-benar lepas dari berbagai tantangan pendidikan yang diperparah oleh pandemi Covid-19. Salah satu terobosan yang dilakukan Indonesia untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan memastikan adanya transisi PAUD ke sekolah dasar yang menyenangkan. Tujuannya agar kecintaan siswa untuk mempelajari kemampuan dasar dapat terus terjaga,” ujar Iwan Syahril.

Menteri Pendidikan India, Shri Dharmendra Pradhan merangkum diskusi pertemuan EdWG dan EMM ke dalam 34 butir Ringkasan Pimpinan Sidang, yang menjabarkan 1) kesamaan pandangan terkait arti penting pendanaan pendidikan untuk memastikan kualitas dan inklusifitas, 2) kemampuan dasar literasi dan numerasi untuk mengembangkan kompetensi siswa, dan 3) kerja sama pendidikan lintas negara untuk memecahkan masalah bersama.

“Keselarasan pandangan tersebut dikarenakan pada hakekatnya semua negara sebagai satu keluarga, hidup di satu bumi yang sama dalam menyongsong satu masa depan yang selaras dengan tema Presidensi G20 India 2023, yaitu “One Earth, One Family, One Future”,” ujar Menteri Shri Dharmendra.

Adapun hasil kerja laporan dan kompendium memuat beragam tantangan dan strategi untuk mengatasinya yang dirangkum berdasarkan masukan dari negara-negara peserta EdWG 2023. Di dalam kedua hasil kerja dimaksud, disajikan 150 program dan kebijakan negara-negara peserta EdWG 2023 terkait empat topik prioritas yang diangkat Presidensi G20 India: (i) Ensuring Foundational Literacy and Numeracy especially in context of Blended Learning; (ii) Making Tech-enabled Learning more Inclusive, Qualitative and Collaborative at every level; (iii) Building Capacities, Promoting Life-Long Learning in the context of the Future of work; dan (iv) Strengthening research and promoting innovation through richer collaboration in education and training.

Menteri Pendidikan Brazil, Camilo Santana, menyampaikan kesiapan negaranya untuk menyelenggarakan pertemuan EdWG tahun 2024. “Pendidikan masih akan menjadi prioritas bagi Brazil. Kami akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan perwakilan negara berkembang di G20, India di tahun 2023 dan Indonesia di tahun 2022,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Indonesia menyampaikan ucapan selamat atas kesuksesan India dalam memimpin G20 EdWG tahun 2023 serta turut mengutarakan keyakinannya bahwa Brazil akan dapat meneruskan pencapaian tersebut.

Pertemuan Bilateral

Di sela-sela pertemuan keempat EdWG dan EMM, Indonesia berkesempatan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan perwakilan Australia, OECD, dan UNESCO. Pertemuan dengan Australia membahas mengenai penjajakan kerja sama konsorsium perguruan tinggi kedua negara untuk penyiapan guru dan capaian kerja sama pendidikan kedua negara. Hal ini sejalan dengan rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Australia pada bulan Juli dalam rangka Annual Leaders Meeting.

Pertemuan dengan OECD membahas mengenai gaung terobosan Merdeka Belajar yang telah mendapatkan perhatian dunia setelah disampaikan dalam beberapa kesempatan pertemuan internasional. OECD menjajaki kemungkinan untuk mendukung Indonesia dalam melakukan studi terkait capaian transformasi pendidikan Indonesia.

Sedangkan, pertemuan dengan UNESCO membahas mengenai beberapa agenda-agenda internasional terkait pendidikan, seperti konferensi Inclusive Lifelong Learning yang akan diselenggarakan pada bulan Juli 2023 di Bali. UNESCO berharap Indonesia dapat mendukung agenda-agenda dimaksud, baik secara bilateral maupun dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN 2023.