BeritaDaerahKesehatan

Dinas Sosial Merauke Serius Tangani Pencegahan ‘isap Aibon’

×

Dinas Sosial Merauke Serius Tangani Pencegahan ‘isap Aibon’

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Seminar parenting pola asuh anak di lima wilayah kelurahan di Kota Merauke, Papua Selatan tengah berjalan.

Seminar ini diselenggarakan Dinas Sosial setempat dimaksudkan agar para orang tua punya pemahaman dalam mengasuh anak-anaknya sehingga tidak membiasakan diri menghisap lem aibon atau terlibat dalam aktivitas yang salah.

4402
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

“Paling tidak, orang tua tahu bagaimana cara polah asuh anak,” kata Kadinsos Merauke, Gentur, Jumat (28/7/2023).

Penyebab utamanya adalah anak di lepas begitu saja tanpa ada pengawasan atau didikan pihak keluarga. Hal ini dipicu oleh banyak faktor, selain rendahnya SDM orang tua, masalah ekonomi keluarga turut mempengaruhi yang pada akhirnya banyak anak menjadi tidak terurus lalu melakukan aktivitas yang merusak kesehatan mereka.

Secara umum, jumlah anak aibon semakin meningkat, kondisi ini butuh kolaborasi antara dinas terkait dalam menanganinya. Dinas Sosial sudah mengambil langkah untuk membantu anak aibon supaya tidak lagi ketergantungan kepada zat adiktif.

Langkah lain yang sudah dilakukan Dinsos Merauke adalah melakukan rehabilitasi anak aibon dengan mengirimnya ke Makassar sebanyak 20 anak tahap pertama dan akan menyusul 20 lagi tahap kedua dalam tahun ini.

Usai itu, Dinsos akan membuat MoU dengan Dinas Pendidikan setempat, supaya anak usia sekolah diikutkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan menggunakan dana otonomi khusus (Otsus).

Sementara bagi yang usia 16 tahun akan ditindaklanjuti Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi dengan mengirim lagi ke Balai Latihan Kerja di Sorong. Setelah itu anak usia remaja itu akan dimasukan ke perusahan yang ada di wilayah Papua Selatan.

“Kita upayakan usai direhabilitasi mereka tidak kembali lagi ke lem aibon,” imbuh Gentur.