Berita

Kementerian PUPR Serahkan Pengelolaan Stadion GBLA dan Sidolig ke Pemkot Bandung

×

Kementerian PUPR Serahkan Pengelolaan Stadion GBLA dan Sidolig ke Pemkot Bandung

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Ema Sumarna, dan Dirjen Cipta Karya Diana Kusamastuti, menadatangani serah terima Stadion Gelora Bandung Lautan Api dan Sidolig, di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Minggu (25/6/2023). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, BANDUNG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya menandatangani serah terima pengelolaan sementara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), dan Sidolig kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Penandatangan serah terima diteken langsung oleh Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Ema Sumarna dan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Diana Kusamastuti di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Minggu (25/6/2023).

Serah terima ini seiring selesainya renovasi Stadion GBLA dan Sidolig, yang direncanakan akan menjadi lapangan pertandingan, dan lapangan latihan venue Piala Dunia U-20 namun batal digelar.

Pelaksana Harian Wali Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku bersyukur, dan berterima kasih kepada Kementerian PUPR atas selesainya renovasi Stadion GBLA dan Sidolig.

Ia berharap, dengan semakin baiknya fasilitas sepakbola di Kota Bandung, dapat mampu menghasilkan bibit atlet yang baik.

“Semoga dengan fasilitas stadion yang semakin baik akan menghasilkan atlet yang baik juga,” kata Ema dalam keterangan tertulisnya, yang diterima wartawan, di Bandung, Senin (26/6/2023).

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Diana Kusamastuti mengatakan, renovasi stadion tersebut merupakan bagian dari rencana Indonesia, yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, meliputi perbaikan rumput, fasilitas lampu serta fasilitas lainnya.

“Kita tahu Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, maka Presiden memberikan amanah untuk renovasi stadion di 5 provinsi dan agenda internasional merupakan kepercayaan dari FIFA, untuk nama baik Indonesia. Walaupun tidak jadi, namun pekerjaan kita telah dilaksanakan,” kata dia.

Dia berharap, fasilitas stadion tersebut dapat terus dijaga, untuk dipakai berbagai agenda olahraga. Untuk itu, pihaknya juga memberikan pelatihan kepada pemerintah daerah, perihal cara merapat stadion.

“Nanti akan ada pelatihan cara merawat stadion, apakah itu rumput dan fasilitas lainnya. Saya mohon bantuannya dalam merawatnya,” pinta dia.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha mengajak seluruh stakeholder sepakbola, untuk bersama menjaga fasilitas stadion yang telah direnovasi tersebut.

“Kami di sini hadir melalui PUPR. Kita harus bersama menjaga aset untuk permainan yang lebih baik. Semakin banyak pemain kita bermain di luar negeri, adaptasi dengan lapangan yang bagus. Kita harus bersama dalam pengelolaan stadion yang berkualitas,” katanya.