Press Release

Pemda Raja Ampat Bersama YKI Menggelar Dialog Visi Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat

×

Pemda Raja Ampat Bersama YKI Menggelar Dialog Visi Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat

Sebarkan artikel ini
Asisten I Setda Raja Ampat, Drs.Mansur Syahdan, saat membuka kegiatan Dialog Visi Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat di Kampung Warsambin Distrik Teluk Mayalibit Kabupaten Raja Ampat, Foto Ist / TN

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Indonesia mengelar dialog visi pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat yang berlangsung di The Jety Mangrove, Warsambin Distrik Teluk Mayalibit, Kamis, (4/5/2023).

1566
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Dialog yang menghadirkan pemangku dan pelaku usaha wisata Raja Ampat tersebut dibuka Bupati Raja Ampat yang diwakili Asisten I Setda Raja Ampat, Drs.Mansur Syahdan, dalam sambutannya, Mansur Syadan menyambut baik dilaksanakannya dialog tersebut. Dirinya mengakui dialog tersebut searah komitmen Pemda dalam mengembangkan pariwisata Raja Ampat.

Dialog ini bagian dari komitmen pemerintah daerah, kita syukur kepada Tuhan karena dianugerahi alam yang indah. Mari kita dorong semua upaya baik dalam mengembangkan pariwisata sehingga meningkatkan kunjung wisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Mansur Syahdan.

Mantan Kabag Pemerintahan Pemda Kabupaten Raja Ampat ini menambahkan dalam melestarikan pariwisata Raja Ampat maka diperlukan komitmen dan sinergi semua stakeholder di Raja Ampat. Dirinya berharap diskusi atau dialog tersebut memberikan masukan yang baik dalam mengembangkan pariwisata Raja Ampat, yang dikenal sepenggal surga yang jatuh ke bumi.

Kita berharap diskusi ini memberikan masukan yang baik untuk pariwisata raja Ampat yang lebih baik,” harap Mansur.

Sementara itu, Bird’s Head Seascape Yayasan Konservasi Indonesia, Meidiarti Kasmidi menjelaskan dialog yang diinisiasi bersama pemda dan instansi terkait tersebut diharapkan ini melahirkan rekomendasi yang tajam bagi pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat.

Dirinya menjelaskan pelaksanaan dialog tersebut dilakukan setelah sebelumnya dilakukan survey untuk mendapatkan masukan terkait pengembangan pariwisata Raja Ampat. Dan dialog tersebut menghadirkan 75 % dari responden yang diwawancarai.

Kami dari Konservasi Indonesia sudah melaksanakan survei terkait visi pariwisata berkelanjutan. Dan kita ingin pariwisata terus meningkatkan dan berkelanjutan,” kata Meidiarti Kasmidi.

Meidi menambahkan pariwisata Raja Ampat sudah berjalan sejalan pembentukan kabupaten Raja Ampat. Namun Pandemic Covid-19 membuat kunjungan wisata menurun, setelahnya kunjungan mulai meningkat lagi, karena itu perlu duduk bersama merumuskan visi pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat.

Kegiatan yang dipandu oleh Communication & Outreach Coordinator Yayasan Konservasi Indonesia Kaimana, Muhammad Rahmat Saleh, diwarnai presentasi hasil survey terkait pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat.

Ada hasil survey Yayasan Konservasi Indonesia terhadap 43 Responden yang merupakan perwakilan pemangku dan pelaku usaha wisata tersebut diantaranya 96 % mengetahui pariwisata berkelanjutannya sisanya tidak tahu, 78 % responden mengatakan masih banyak regulasi yang tumpah tindih, dan 65 % responden mengatakan kegiatan pariwisata berpengaruh pada perubahan dan degradasi sumber daya alam serta beberapa hal lain yang mendorong perlunya dialog bersama menyatukan visi bagi pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat.

Dialog yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Ellen Risamasu, Plt.Bappeda Raja Ampat, Irianti Malawat, Kepala Distrik Teluk Mayalibit, Hizkia Daam dan beberapa kepala distrik tersebut melahir beberapa rekomendasi penting dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan Raja Ampat. Rekomendasi yang dibuat dalam berita acara dan ditandatangani bersama tersebut untuk dijalan bersama antara pemerintah, pemangku dan pelaku usaha wisata Raja Ampat.