Operasi Laut Interdiksi Terpadu 2023 Cegah Penyelundupan Narkotika di Perairan Indonesia

BNN dan gabungan aparat penegak hukum melaksanakan Operasi Laut Interdiksi Terpadu 2023 di perairan Sorong, (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Kepala Badan Narkotik Nasional (BNN) RI, Petrus Reinhard Golose, di membuka Operasi Laut Interdiksi Terpadu 2023 di pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (23/5/2023).

Operasi Laut Interdiksi ini akan berlangsung mulai tanggal 23 Mei hingga 6 Juni 2023. dengan tujuan memberi efek Preventif dan Represif.

Dalam sambutannya, Kepala BNN RI Petrus Reinhard Golose mengatakan bahwa operasi gabungan tersebut merupakan kegiatan tahunan dan diharapkan mampu mencegah masuknya Narkotika ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

”Operasi ini bekerjasama dengan Korpolairud, Dirjen Bea Cukai, Dirjen Perhubungan Laut serta Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, untuuk membentuk tim gabungan dalam Operasi Laut Interdiksi Terpadu 2023 dengan sandi operasi “Purnama” atau Gempur Peredaran Narkoba Bersama,”jelasnya.

Golose mengungkapkan, sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa 95% masuknya narkotika ke wilayah Indonesia melalui jalur laut, terutama Metanfetamin.

Panjangnya garis pantai dan luasnya wilayah laut serta letak geografis yang sangat strategis, dimanfaatkan oleh sindikat pelaku kejahatan narkotika jaringan internasional dan nasional untuk menyelundupkan narkotika ke wilayah Indonesia.

”Di sisi lain Indonesia sampai dengan saat ini menjadi lokasi favorit masuknya narkotika dari luar negeri, karena jumlah penduduk yang sangat besar berpotensi menjadi penyalahgunaan narkotika, membuat sindikat narkotika terus berusaha memasukkan narkotika ke Indonesia,”ucapnya.

Oleh karena itu, kata Golose, diperlukan langkah-langkah antisipasi secara bersama-sama dalam pencegahan, pengawasan, pemeriksaan dan penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan narkotika yang memanfaatkan Jalur laut Indonesia untuk memasukkan dan mengedarkan narkotika.

Adapun wilayah operasi dalam pelaksanaan tahun ini meliputi laut dan perairan rawan yang disalahgunakan sebagai jalur peredaran narkotika di Indonesia, yaitu daerah Selat Malaka yang meliputi Aceh, Sumut, Riau dan Kepulauan Riau, Selat Makassar, laut Sulawesi Laut Arafuru, Kepulauan Seribu dan sekitarnya.

”Saya berharap operasi ini dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat, melindungi dan menyelamatkan masyarakat dan generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika. Mari Satukan tekad kuatkan semangat untuk perang terhadap narkotika,”tutupnya.