Berita

Dispersip Kalsel Umumkan Pemenang Lomba Video Pendek

×

Dispersip Kalsel Umumkan Pemenang Lomba Video Pendek

Sebarkan artikel ini
Penyerahan piagam kepada juara Lomba Video Pendek. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) resmi mengumumkan pemenang Lomba Video Pendek, dengan tema “Aku, Buku, Perpustakaan dan Literasi”.

1465
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Ada enam pemenang dalam lomba tersebut, untuk juara 1 dimenangkan Kindai Sinema, kemudian juara 2 disabet Dapur Budaya Hulu Sungai Selatan, sedangkan di juara 3 adalah The Fixash Film.

Selanjutnya untuk juara harapan 1 diraih Titik Kecil Sinema, juara harapan 2 didapat AHA Project, dan juara harapan 3 diambil Alba Media.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, lomba ini digelar dalam rangka mengajak masyarakat ke perpustakaan, dan membudayakan literasi.

Perlombaan yang diikuti sedikitnya 27 peserta itu pun menghasilkan enam pemenang dengan karya terbaik.

“Kita tidak menyangka antusiasme dari peserta cukup besar, sehingga yang mendaftar banyak sekali. Tentunya kita harap dari film ini juga bisa meningkatkan literasi,” kata Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie, kepada wartawan, di Banjarmasin, Selasa (16/5/2023).

Nurliani menyebutkan, jika video pendek terpilih akan ditampilkan di videotron, serta ditayangkan di layar teater yang berada di kompleks Perpustakaan Palnam Banjarmasin.

“Ini kita putar di videotron juga, kemudian kita putar juga di teater mini milik kita, jadi nanti siapa yang mau menonton itu bebas. Kita juga akan kerjasama dengan Dinas Pendidikan, khususnya bidang kebudayaan, karena mereka memiliki film-film kebudayaan yang mungkin saja bisa kita tampilkan di teater mini kita,” jelas Nurliani.

Sementara itu, salah satu juri lomba Budi Dayak Kurniawan mengatakan, untuk penilaian pihaknya mengedepankan video yang tidak lepas dari tema lomba.

“Kriteria penilaian para juri, yakni ingin peserta bisa menerjemahkan tema. Sehingga bentuk champaign dari video yang diikutkan lomba bisa mengajak warga, untuk ke perpustakaan dan ikut meningkatkan literasi,” kata Budi.

Hal senada dikatakan juri Nanik Hayati, yang menurutnya, peserta harus bisa menerjemahkan tema dalam bentuk sebuah film.

“Hasil video peserta sudah mulai lumayan, namun masih perlu ditingkatkan,” tandas Nanik.