Berita

Bertemu dengan PSI, Riang Prasetya: Ini Contoh Anggota DPRD yang Benar

×

Bertemu dengan PSI, Riang Prasetya: Ini Contoh Anggota DPRD yang Benar

Sebarkan artikel ini
Ketua RT 011 RW 03 Pluit, Jakarta Utara, Riang Prasetya saat menerima kedatangan anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian di Pluit, Jakarta Utara, Minggu (28/5/2023). (Foto : Pierre Ombuh/TN).

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Ketua RT 011 RW 03 Pluit, Jakarta Utara, Riang Prasetya sangat antusias menerima kedatangan anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian.

Riang mengatakan, kedatangan Justin ke kantornya merupakan bukti nyata yang seharusnya dilakukan oleh seorang anggota dewan sebagai penyambung lidah rakyat.

“Seperti inilah contoh anggota DPRD yang benar, beliau bilang janji mau datang ke sini dan dia bener datang dan bertemu. Disampaikan hal-hal yang bener, yang bermanfaat, yang tepat,” kata Riang di Pluit, Jakarta Utara, Minggu (28/5/2023).

Ucapan yang dilontarkan Riang dimaksudkan untuk menyindir dua politisi PDIP yakni Anggota DPR RI, Darmadi Durianto dan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gani Suwondo yang menemui pemilik ruko penyerobot bahu jalan dan selokan air.

“Kalau kemarin Pak Gani Suwondo kemarin ke sana ngapain, enggak jelas itu, apa tujuannya, apa yang disampaikan,” tutur Riang.

Lebih lanjut, Riang menyebut kedatangan Gani Suwondo bukannya menyadarkan para pemilik ruko dan warga untuk mematuhi aturan, dalam mendirikan bangunan. Justru telah memancing kegaduhan seperti berupa spanduk penolakan pembokaran yang ditujukan kepada Riang.

“Setelah beliau ke situ terjadi demo, beliau pergi terjadi lagi demo dan tidak ada statement yang menyadarkan warga disitu untuk sadar hukum, patuh hukum,” jelas Riang.

Di lokasi yang sama, Justin Adrian mengatakan kedatangannya bertemu Riang untuk memberikan dukungan moril kepada Ketua RT atas apa yang telah dilakukannya di kasus ini.

“Di sini saya hanya memberikan support dukungan moril untuk bapak (Riang) yang juga karena kita harus membiasakan yang benar bukan membiasakan yang salah. Kalau membiasakan yang salah lama-lama jadi salah,” ungkap Justin.

Lantas, Justin mengatakan, pendirian bangunan di atas lahan fasos dan fasum seperti yang terjadi di Pluit ini merupakan salah satu bentuk kesemrawutan tata ruang kota dan kejadian ini kerap terjadi di Jakarta.

“Buruknya tata ruang akhirnya resapan daerah juga tidak berfungsi, juga didudukin daerah aliran air juga sehingga sulit kita mengalirkan air,” pungkas Justin.