Berita

Ada Kasus Stunting, TP PKK Ambon Kunjungi Belasan Posyandu di Baguala

×

Ada Kasus Stunting, TP PKK Ambon Kunjungi Belasan Posyandu di Baguala

Sebarkan artikel ini
Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon, saat berkunjung ke 15 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Rabu (5/4/2023). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon, menargetkan sebanyak 15 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) pada Kecamatan Baguala, Kota Ambon untuk dikunjungi, sebagai kelanjutan kegiatan rutin yang telah dilakukan selama empat bulan belakangan ini.

“Bulan ini, target kunjungan TP-PKK ke Kecamatan Baguala, sebanyak 15 Posyandu yang memiliki kasus Stunting dan keluarga rawan stunting pada desa/kelurahan di kecamatan ini,” tegas PJ Ketua TP-PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena kepada wartawan, di Ambon, Kamis (6/4/2023).

Untuk diketahui kunjungan tersebut bertujuan guna mengurangi angka stunting dalam memenuhi angka prevelensi yang diminta oleh Presiden RI, Joko Widodo, yakni di bawah 14 persen. dengan target yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, sebesar 11,38 persen.

Disinggung terkait dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan pencegahan bertambahnya angka stunting di kota ini, apakah telah mengalami progres yang berdampak pada penurunan angka stunting, Watimena menjelaskan, telah terjadi penurunan.

“Selama kunjungan dari bulan Januari hingga bulan Maret ini sudah mengalami penurunan. Data tersebut kami peroleh dari masing-masing Posyandu, dan harapannya semoga segera terupdate ke Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM),” jelasnya.

Sebelumnya data yang ditampung oleh pihaknya, lanjut dia, sebanyak 509 kasus balita stunting di Kota Ambon. Sehingga dirinya berharap, melalui kegiatan kolaborasi antara pihaknya bersama dengan Pemkot Ambon ini, dapat memperoleh hasil yang maksimal.

“Saya selaku mama parenting Kota Ambon dan PKK berharap, dengan kerja keras kami sampai dengan hari ini, semua permasalahan yang kami temui di lapangan, dapat diberikan solusi yang terbaik serta jalan keluar dari pemkot, dengan tujuan kita dapat mencapai target angka stunting yang turun,” harap Wattimena.

Terkait dengan studi tiru antara dinas terkait, di lingkup Pemkot Ambon bersama TP-PKK, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat akan diterapkan di kota ini, usai pembenahan terhadap aplikasi E-Simpati yang diadopsi dari kota tersebut.

“Untuk mencapai hasil yang maksimal tidak semudah membalik telapak tangan, namun butuh proses. Dan yang paling penting komitmen bersama antara OPD terkait dan TP-PKK, sebagai mitra pemerintah yang siap membantu pembangunan kesejahteraan masyarakat dan keluarga,” tandas Wattimena.