TEROPONGNEWS.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan diantaranya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, untuk menurunkan kasus Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Kalimantan Selatan.
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Izaak Zoelkarnain Akbar mengaku, dari data tahun 2022 di RSUD Ulin Banjarmasin, sudah menangani pengobatan 1.270 Kasus TBC.
“Untuk total TBC anak, kami merawat sekitar 320 kasus, dan TBC dewasa sebanyak 950 kasus sepanjang tahun 2022,” ungkap dia kepada wartawan, di Banjarmasin, Jumat (14/4/2023).
Ia mengaku, pada pengobatan kasus TBC yang dasar, mayoritasnya dikerjakan oleh pihak puskesmas, kecuali kasus yang cukup sulit seperti TB Paru MDR barulah pihak rumah sakit yang akan menangani.
Akan tetapi, lanjut Izaak, pihaknya terus berkoordinasi dengan puskesmas sekitar, untuk menangani kasus-kasus TBC ini.
Menurut dia, dalam tiga bulan terakhir, kasus TBC di RSUD Ulin Banjarmasin tidak ada peningkatan yang signifikan.
“Kalau rawat jalan biasanya itu 10-20 kasus pasien saja, itu pun tergantung jam pelayanan,” katanya.
Olehnya itu, Izaak mengimbau kepada masyarakat yang sudah terkena penyakit TBC, agar berobat secara teratur, dan minum obat sesuai dengan resep dokter.
“Karena apabila tidak teratur, bisa membuat kuman di dalam tubuh menjadi kebal, sehingga membuat orang yang mengidap TBC lebih lama sembuh, sekaligus merugikan orang disekitarnya, karena penularannya akan lebih cepat,” pungkas Izaak.