Watubun: Selesaikan Kemiskinan di Maluku Bukan Hanya Urusan Pemprov Semata

Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun menyatakan, untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di Maluku, bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku semata.

“Namun juga menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota maupun pihak legislatif. Untuk itu, semua pihak harus bersinergi, untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di Maluku,” kata Watubun saat dihubungi Teropongnews.com dari Ambon, Minggu (29/1/2023).

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia naik pada September 2022. Penduduk miskin di Indonesia mencapai 9,57 persen atau mengalami peningkatan 0,03 persen poin, jika dibandingkan bulan Maret 2022. Per September 2022, jumlah penduduk miskin mencapai 26,36 juta orang. Maluku masuk dalam daftar sepuluh provinsi termiskin di Indonesia.

Menurutnya, angka kemiskinan di Maluku saat ini sudah mengalami penurunan, kendati ada faktor-faktor lain yang kemudian mempengaruhi, walaupun data BPS menyatakan, jika presentase penduduk miskin di Maluku mencapai 16,23 persen.

“Seluruh kebijakan kita selama ini, baik eksekutif maupun legislatif selalu berpihak kepada rakyat. Bahkan, legislatif banyak menampung aspirasi masyarakat. Nah, sejatinya, kemiskinan itu bukan saja menjadi tanggung jawab pemprov, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota dan semua pihak. Sehingga kabupaten mana yang dinilai miskin, menjadi tanggung jawab kita untuk “mengeroyok”,” tegas Watubun.

Dia mengaku, pihaknya selalu menetapkan program-program terbaik, agar bisa mendukung apa yang menjadi program di tingkat kabupaten maupun kota, sehingga percepatan pembangunan bisa berjalan.

Dengan begitu, lanjut dia, maka akan memiliki multiplier effect, untuk menurunkan angka kemiskinan. “Ketika pekerjaan ada, maka orang akan keluar dari kungkungan kemiskinan. Jadi kira-kira seperti itu,” tandas Watubun.

Untuk sekedar tahu, BPS mencatat sepuluh provinsi Miskin di Indonesia per September 2022. Berdasarkan presentase, provinsi termiskin pertama ditempati oleh Papua, yakni 26,8 persen. Kemudian, diikuti oleh Provinsi Papua Barat dengan persentase penduduk miskin mencapai 21,43 persen.

Menurut BPS, kemiskinan diartikan sebagai ketidakmampuan ekonomi untuk memenuhi keperluan dasar manusia, termasuk makanan dan bukan makanan. Indikator untuk menentukan taraf kemiskinan dilihat dari pengeluaran.

Sementara garis kemiskinan didefinisikan sebagai representasi minimum jumlah rupiah untuk pemenuhan kebutuhan pokok makanan setara 2.100 kkal per kapita per hari dan non-pangan.

Berikut daftar provinsi dengan persentase penduduk miskin per September 2022 menurut jenis kelamin dan kelompok umur sebagai berikut.

  1. Papua

Papua berada di posisi pertama sebagai provinsi termiskin di Indonesia. Tercatat persentase penduduk kurang mampu di Papua mencapai 26,8 persen. Artinya, seperempat warga Papua dinyatakan miskin. Pada umumnya, masyarakat lokal bermata pencaharian dengan mengandalkan kekayaan alam, seperti berburu dan mengumpulkan hasil hutan.

  1. Papua Barat

Persentase penduduk miskin di Papua Barat sebesar 21,43 persen. Kegiatan utama yang dilakukan warga Papua Barat yakni memanfaatkan langsung sumber daya alam, termasuk mengolah lahan pertanian.

  1. Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam peringkat ketiga provinsi termiskin di Indonesia. Tercatat presentase penduduk miskin di NTT sebesar 20,23 persen. Sebesar 60 persen warga NTT bermata pencaharian sebagai petani dan peternak.

  1. Maluku

Jumlah presentase penduduk miskin di Maluku mencapai 16,23 persen. Sebagian besar warga Maluku yang tinggal di kawasan pesisir pantai, banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Beberapa orang lainnya memenuhi kebutuhan pangan dan ekonomi dengan memanfaatkan lahan pertanian.

  1. Gorontalo

Provinsi termiskin berikutnya adalah Gorontalo dengan presentase penduduk miskin sebesar 15,51 persen. Gorontalo sendiri dikenal memiliki sumber pangan dari jagung atau disebut binthe dalam bahasa lokal.

  1. Aceh

Nanggroe Aceh Darussalam tercatat sebagai provinsi miskin di Indonesia. Wilayah yang menerapkan hukum syariat Islam itu ditinggali sekitar 14,75 persen masyarakat miskin. Pertanian masih menjadi unggulan pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi warga setempat.

  1. Nusa Tenggara Barat

Berikutnya adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Presentase penduduk miskin di NTT tercatat sebesar 13,82 persen. NTT sendiri dikenal memiliki kekayaan alam dan keindahan perairan, salah satunya Gili Trawangan.

  1. Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah masuk dalam daftar provinsi termiskin di Indonesia. Presentase penduduk miskin di wilayah ini sebesar 12,3 persen. Diketahui, mayoritas warga Sulawesi Tengah memiliki perkebunan untuk berbagai komoditas unggulan seperti kopi, cengkeh, kokoa, dan rotan.

  1. Sumatera Selatan

Sumatera Selatan termasuk dalam 10 provinsi termiskin di Indonesia. Terdapat sekitar 11,95 persen masyarakat lokal masuk dalam status ekonomi rendah. Daerah dengan ikon Jembatan Ampera ini didiami oleh warga yang lebih banyak bekerja di bidang pertanian dan perkebunan.

  1. Sulawesi Barat

Sulawesi Barat berada diurutan terakhir provinsi termiskin di Indonesia. Presentase penduduk miskin di provinsi ini mencapai 11,92 persen.