Warga Sidoarjo Tak Bisa Menonton, Bambang Haryo Beri Solusi

Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono atau BHS.

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono atau BHS prihatin dengan kondisi masyarakat yang tak bisa menikmati hiburan karena terkendala digitalisasi. Untuk itu, dirinya tergugah untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

“Dengan adanya kebijakan digitalisasi semua stasiun televisi yang ada di Indonesia mengakibatkan banyak korban masyarakat tidak bisa menonton televisi kembali tanpa menggunakan alat Set Top Box (STB). Dimana harganya berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 500 ribu dan sebagian besar masyarakat tidak mampu membeli perangkat tersebut agar TV analognya bisa hidup kembali mengikuti program digitalisasi,” kata Bambang Haryo dikutip dalam laman instagram pribadinya @bambangharyos.

Menurutnya, korban digitalisasi berdasarkan survei yang ia lakukan di 5 wilayah RW di Kota Surabaya dan 5 wilayah RW di Sidoarjo, menunjukkan 70% lebih dari 90% warga yang masih menggunakan televisi analog. Hingga tidak mampu membeli peralatan STB, untuk bisa televisi analognya di tonton kembali mengikuti program digitalisasi televisi total dari pemerintah.Dirinya menentang keras program digitalisasi total dari televisi yang seharusnya ada toleransi.

“Harusnya ada satu toleransi sebagian stasiun televisi masih bisa menyiarkan secara analog sehingga masyarakat di Indonesia yg saat ini sedang menemui kesulitan ekonomi, bisa menghilangkan stressnya dgn masih bisa memanfaatkan untuk menikmati siaran televisi secara analog,” ucap dia.

“Masyarakat butuh satu informasi publik, hiburan dan pendidikan yang bisa diperoleh dari penyiaran stasiun televisi, hak daripada masyarakat ini dijamin dalam UUD 1945 yang seharusnya pemerintah faham itu, sehingga seharusnya pemerintah bisa melakukan digitalisasibertahap atau digitalisasi sebagian,” tegas dia.

Seperti halnya, kata dia, yang terjadi dengan adanya kebijakan radio gelombang FM dan gelombang AM yang tidak dimatikan, sehingga radio radio lama yang berlombang AM masih bisa menikmati siaranradio yang telah dilakukan oleh kebijakan jaman era PresidenSoeharto.

Oleh karena itu, secara pribadi dirinya berpartisipasi membantu warga yang kesulitan dengan membantu memberikan STB tersebut di beberapa perkampungan RT RW diwilayah Surabaya dan Sidoarjo.

“Semoga ini ada satu perhatian dari pemerintah untuk bisa ikut menyelesaikan kesulitan warga dengan membagikan alat STB secara Gratis kepada masyarakat dan juga diharapkan pemerintah bisa mengkaji kembali totalisasi kebijakan digitalisasi pada stasiun televisi,” tuturnya.

<