Tujuh Provinsi Yang Alami Peningkatan Mobilitas saat Libur Nataru

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, di Jakarta, Kamis (15/12/2022).

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru (nataru) terdapat beberapa provinsi yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas, antara lain Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Papua Barat, Kalimantan Barat dan Bali.

Untuk itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta pemerintah merekomendasikan kepada pemerintah daerah di tujuh provinsi tersebut, agar memberikan atensi khusus terhadap peningkatan mobilitas masyarakat saat periode Nataru. Dengan terus mengawasi pergerakan masyarakat yang diiringi dengan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk wajib menerapkan protokol kesehatan terlebih ditengah aktivitas dan mobilitas yang semakin meningkat. 

“Mengingat, jika setiap orang bertanggung jawab untuk menerapkan prokes dengan baik maka perayaan Nataru akan berjalan kondusif tanpa adanya ledakan kasus Covid-19 setelahnya,” kata Bamsoet sapaan akrabnya, dalam pernyataan tertulis yang diterima TeropongNews, Jumat (23/12/2022).

Selain itu, menurutnya, pemerintah daerah setempat dan jajarannya perlu tegas menutup sementara dan mengevaluasi pembukaan aktivitas sosial-ekonomi di wilayahnya apabila adanya kegiatan yang terbukti menyebabkan klaster atau kenaikan kasus Covid-19 pasca periode Nataru.

“Menilai terjadinya peningkatan mobilitas pada momen-momen tertentu menjadi tantangan besar bagi Kementerian terkait sebab Indonesia perlu terus mempertahankan penurunan kasus seiring dengan pembukaan aktivitas sosial-ekonomi. Sehingga perlunya kehati-hatian pemerintah dalam menyusun strategi guna menghadapi periode libur Nataru,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga meminta komitmen pemerintah untuk terus melakukan upaya-upaya preventif guna mencegah lonjakan mobilitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan ledakan kasus pasca periode Nataru. Mulai dari menyiapkan kebijakan darurat seperti pembatasan mobilitas atau kegiatan masyarakat, hingga berupaya membentuk kekebalan kelompok secara menyeluruh  dengan melakukan upaya percepatan peningkatan capaian vaksinasi utamanya dosis booster.

<