Penemuan 15 Kasus Subvarian Omicron BF.7 di Indonesia, Pemerintah Diminta Perketat Akses Masuk dari Negara Lain

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, di Jakarta, Kamis (15/12/2022).

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan mengungkapkan sebanyak 15 kasus subvarian Omicron BF.7 yang merupakan penyebab lonjakan Covid-19 di China sudah ada di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah agar menyatakan daerah mana saja yang memiliki 15 kasus subvarian tersebut.

Menurutnya, Kemenkes harus menginstruksikan jajarannya di setuap daerah untuk mengambil langkah cepat dan tepat guna mencegah meluasnya penularan virus corona subvarian baru tersebut.

“Meminta pemerintah dan Satgas Covid-19 untuk berupaya meningkatkan kembali upaya testing dan tracing khususnya di wilayah yang telah terkonfirmasi kasus subvarian BF.7. Sebagai upaya deteksi dini perkembangan kasus subvarian Omicron BF.7, sehingga tidak menimbulkan kasus-kasus baru dan tidak semakin meluas,” kata Bamsoet sapaan akrabnya, kepada wartawan, Jumat (30/12/2022).

Selain itu, politisi partai golkar ini menegaskan bahwa pemerintah perlu kembali memperketat setiap pintu masuk ke Indonesia, dengan kembali memberlakukan skrining. Hal ini penting dilakukan guna mencegah kembalinya masuk subvarian-subvarian baru lainnya yang berasal dari negara luar.

“Meminta komitmen pemerintah dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 guna menciptakan kekebalan kelompok secara menyeluruh. Mengingat masyarakat yang belum menerima vaksin Covid-19 diketahui menjadi kelompok rentan saat menghadapi gelombang Covid-19 atau ketika munculnya subvarian baru Covid-19,” tuturnya.

Ia pun mengimbau agar seluruh pihak dapat memahami kondisi pandemi saat ini, khususnya terkait kemunculan subvarian-subvarian baru Covid-19 yang berasal dari negara luar.

“Sehingga diharapkan masyarakat tetap waspada dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan terutama penggunaan masker dan membatasi aktivitas diluar rumah. Mengingat adanya kemungkinan subvarian Omicron BF.7 ini sama dengan subvarian Omicron lainnya yang memiliki daya tular yang cepat,” tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan mutasi SARS-CoV-2 Omicron subvarian BF.7 alias BA.5.2.1.7 sudah ditemukan 15 kasus di Indonesia.

Menkes menyebut 15 kasus BF.7 di Indonesia teridentifikasi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Adapun subvarian yang merupakan turunan dari BA.5 itu disebut menjadi biang kerok pada tren peningkatan kasus infeksi virus corona di China.