Berita

Burung Cenderawasih Merah Spesies Endemik Raja Ampat

×

Burung Cenderawasih Merah Spesies Endemik Raja Ampat

Sebarkan artikel ini
Cantiknya burung Cenderawasih Merah di puncak Warkesi pulau Waigeo kabupaten Raja Ampat. Foto Willem/TN

TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Burung Cenderawasih atau burung surga adalah salah satu simbol terbaik untuk masa depan hutan berkelanjutan di Tanah Papua.

1739
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Oleh masyarakat Papua, Burung Cenderawasih dianggap sebagai titisan dari surga.

Burung Cenderawasih Merah di kawasan pengamatan hutan Warkesi Waigeo kabupaten Raja Ampat, mainnya hingga ke tanah. Foto Willem/TN

Keelokan warna-warni bulunya yang begitu indah pasti membuat orang terpukau ketika melihatnya.

Di pulau Waigeo dan pulau Batanta kabupaten Raja Ampat, ada dua spesies burung Cenderawasih yang merupakan spesies endemik di kabupaten Bahari itu.

Dua jenis cenderawasih endemik Raja Ampat tersebut, yakni Cenderawasih Merah dengan nama latinnya Paradisaea rubra dan cenderawasih botak (Wilson) atau Respublica diphyllodes.

Cenderawasih botak (Wilson) atau Respublica diphyllodes. Foto FFI.

Kedua burung cenderawasih endemik tersebut hanya dapat dijumpai di daratan besar Pulau Waigeo dan Pulau Batanta, Kabupaten Raja Ampat, tidak dijumpai di daerah lain.

Kedua jenis cenderawasih ini, sangat digemari wisatawan asing atau pencinta burung.

Oleh sebab itu, di pulau Waigeo Raja Ampat, ada empat lokasi pengamatan burung Cenderawasih Merah dan Cenderawasih Botak.

Lokasi tersebut diantaranya kawasan hutan Warkesi, hutan kampung Waifoi, hutan Warimak dan kampung Sapokren.

Keempat lokasi pengamatan burung surga itu, sering dikunjungi para pencinta burung dan wisatawan baik lokal maupun wisatawan mancanegara.

Kata Tasliman, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Papua Barat, semua jenis burung Cenderawasih yang ada di Papua dan Papua Barat, termasuk dua spesies endemik yang ada di pulau Waigeo dan Batanta Raja Ampat, dilindungi oleh undang-undang.

“Jadi itu yang membatasi peredarannya. Kalau burung Cenderawasih itu statusnya dilindungi, berarti tidak boleh diperjualbelikan atau tidak boleh diperdagangkan,” ujarnya.

Dikatakannya, Cenderawasih merupakan jenis burung yang proses perkembangbiakannya terbilang cukup lambat untuk itu ancaman terhadap populasi Cendrawasih harus dijaga dengan baik oleh pihak pihak terkait.

“Karena sebagian besar ancaman datang dari kegiatan perburuan liar untuk diperdagangkan, serta faktor peralihan hutan dan ilegal logging, olehnya harus dijaga dengan baik,” tegas Talisman.