Berita

Bupati Bintuni Resah KKB Turut Nikmati Dana Desa, Pj Gubernur PB : Masalah Tersebut Benar-benar Nyata

×

Bupati Bintuni Resah KKB Turut Nikmati Dana Desa, Pj Gubernur PB : Masalah Tersebut Benar-benar Nyata

Sebarkan artikel ini
Para bupati/walikota di Papua Barat saat mengikuti Raker bupati/walikota di kabupaten Sorong (bupati Bintuni, kemeja batik coklat lengan panjang bagian tengah). Foto Wim/TN

TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Rapat kerja (Raker) bupati/walikota se Papua Barat di kabupaten Sorong membahas isu-isu krusial terutama persolan pendidikan dan tata ruang wilayah di provinsi Papua Barat.

1542
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Menariknya, dalam pertemuan para kepala daerah se Papua Barat itu, sebuah pernyataan terkait penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang disebut bupati Teluk Bintuni turut dinikmati oleh Kelompok Teroris Separatis Bersenjata di wilayahnya.

“Kepala desa di daerah pedalaman terpaksa memberikan dana desa kepada kelompok teroris bersenjata yang beraksi di daerah tersebut karena diancam akan dibunuh jika tidak memberi,” ujar Petrus Kasihiw di hadapan Pj gubernur Papua Barat dan kepala daerah serta Forkopimda saat Raker bupati/walikota di gedung ACC kabupaten Sorong, Kamis (20/10/2022).

Ia pun berharap perhatian serius pihak Kepolisian maupun TNI sehingga masyarakat di daerah pedalaman kabupaten Bintuni dapat hidup dengan tentram dan juga ada pengawalan khusus terhadap para kepala kampung saat pencairan Dana Desa.

Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw saat memberikan keterangan terpisah, menyebutkan masalah tersebut benar-benar nyata dan bukan hanya di provinsi Papua Barat saja tetapi juga di Papua.

“Hal itu sering terjadi, jadi kelompok separatis ini mereka tau kalau kapan itu dana desa itu cair, sehingga seringkali terjadi penghadangan di tengah jalan terhadap masyarakat bahkan kepala kampung. Artinya kala sudah dihadang, Kau mau lewat selamat, atau kau kami lewatkan, dengan demikian uang itu diserahkan kepada kelompok itu,” terang Purnawirawan Polri bintang tiga itu.

Ia menjelaskan bahwa kelompok teroris bersenjata tersebut meminta uang kepada aparatur kampung dengan ancaman bahkan tindakan-tindakan kekerasan.

Menurut Waterpauw, kelompok premanisme tersebut menunggu waktu pencairan dana desa kemudian menghadang kepada desa untuk meminta uang desa. Hal ini nyata masih terjadi.

Ia pun mengaku sampai saat ini dirinya tetap mengutuk keras perlakuan Kelompok Teroris Separatis Bersenjata yang telah membantai para pekerja jalan di Distrik Moskona kabupaten Teluk Bintuni beberapa waktu lalu.