Berita

Bayar TPP tidak Sesuai Beban Kerja, Puluhan Nakes di Maybrat Mogok Kerja

×

Bayar TPP tidak Sesuai Beban Kerja, Puluhan Nakes di Maybrat Mogok Kerja

Sebarkan artikel ini
Para tenaga kesehatan di Maybrat lakukan aksi damai di kantor bupati Maybrat. Foto ones/TN

TEROPONGNEWS.COM, MAYBRAT – Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Maybrat Papua Barat menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Maybrat. Para Nakes menolak pembayaran Tunjangan Prestasi Pegawai (TPP) yang dinilai tidak sesuai dengan beban kerja.

Dalam aksi damai tersebut, Para aksi membawa sejumlah Spanduk dan Pamflet dengan tulisan yang pada intinya menolak pembayaran TPP dan aksi memintah agar Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat meninjau kembali Keputusan pembayaran TTP yang tidak sesuai dengan beban kerja.

“Tenaga Kesehatan Fungsional Kabupaten Maybrat menolak TPP dan meminta Pemda Maybrat untuk mempertimbangkan Dan Meninjau Kembali tentang TPP berdasarkan Beban Kerja Nakes,” tulisan salah satu spanduk yang dibawah pada saat aksi damai.

Para Tenaga Kesehatan ini menilai profesi yang di emban mereka adalah profesi yang berhubungan langsung dengan penanganan manusia terkait kesehatan. Bahkan aksi menulis profesi kesehatan bukan sembarangan alias profesi kaleng-kaleng.

“Profesi Kami Bukan Kaleng-kaleng, Puskesmas Ayamaru Utara, Kami menolak TPP dan Kembalikan ULP seperti dulu,” bunyi tulisan spanduk lainnya.

Pj Bupati memerintahkan kepada dinas terkait agar segera melakukan tindakan pembayaran sehingga menyelesaikan persoalan TPP Tenaga Kesehatan yang terjadi di semua wilayah di Kabupaten Maybrat.

“Saya sudah memerintahkan kepada Asisten II dan Asisten III terkait serta Kabag Ortala untuk merubah Peraturan Bupati, supaya memasukan semua untuk membuat reformasi dan birokrasi, dan cek kebutuhan masing-masing, Anggaran berapa dan bagi semua supaya semua sama,” ujar Pj Bupati Maybrat.

PJ Bupati Kabupaten Maybrat tegaskan agar Dinas terkait tetap fokus terhadap Pendidikan dan Kesehatan, dan hal ini sudah disampaikan berulang-ulang akan tetap diperhatikan terkait Program besar Pendidikan dan Kesehatan.