Direktur RSUD Sele Be Solu Resmi Dijabat drg. Susi Petronela Jitmau

acara serah terima jabatan Direktur rumah sakit Sele Be Solu dari dr. Mavkren J. Kambuaya kepada drg. Susi Petronela Jitmau. (Foto: Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Serah terima jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Sorong dari dr. Mavkren J. Kambuaya kepada drg. Susi Petronela Jitmau telah dilaksanakan.

416
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

Pemilihan Umum Gubernur Papua Barat Daya 2024 (selanjutnya disebut Pilgub Papua Barat Daya 2024), untuk memilih calon yang digadang-gadang menuju Kursi Gubernur Papua Barat Daya periode 2024-2029 yang layak bagi Anda.  Dan kami teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon Anda kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Pelaksanaan serah terima Jabatan dilakukan di Aula Emaus, komplek RSUD Sele Be Solu Sorong, Senin (27/6/2022). Acara serah terima jabatan itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, M.M,.

Walikota Sorong mengatakan, manajemen RSUD Sele Be Solu harus dikelola dengan baik oleh Direktur rumah sakit.

Menurutnya, penerimaan paling besar ada di RSUD Sele Be Solu. Oleh karena itu ia meminta direktur RSUD Sele Be Solu yang baru untuk mengelolanya dengan baik, agar kesejahteraan dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) dapat terpenuhi.

“RSUD Sele Be Solu harus ada Perwali. Jadi dokter ataupun Nakesnya harus diperhatikan dengan baik kesejahteraannya. Besar atau kecil itu nanti dilihat dari kemampuan pelayanan rumah sakit. Yang saya rasa aneh itu, Sele Be Solu tidak pernah memberikan kontribusi kepada kas daerah tapi mereka datang demo saya terkait TPP,”ucap Walikota Sorong.

Menurut Lambert, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan diberikan tergantung Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“PAD kalau ada ya kita bayar kalau tidak ada mau bikin apa. Saya harapkan kepada direktur yang baru mengetahui secara pasti tentang penerimaan rumah sakit, dan membuat perencanaan secara baik untuk kebutuhan rumah sakit. Belanja rumah sakit semua bersumber dari penerimaan rumah sakit, termasuk dengan insentif dan pengangkatan tenaga honorer,”ucap Lambert.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Sele Be Solu yang baru, drg. Susi Petronela Jitmau mengatakan bahwa selanjutnya ia akan membuat dasar hukum terkait pembayaran tunjangan para dokter dan Nakes.

“Kalau sudah ada Perwali sudah ada dasar hukum untuk membayar. Berikutnya kami akan meneruskan program-program yang ada di rumah sakit, kami akan melihat visi rumah sakit agar rumah sakit sele be solu menjadi rumah sakit unggulan di tanah Papua, itu juga yang kita akan fokus ke situ,”jelasnya.

Sementera itu, mantan Direktur RSUD Sele Be Solu dr. Mavkren Kambuaya yang kini menjabat jabatan fungsional di RSUD Sele Be Solu menyampaikan terimakasih kepada Walikota Sorong yang telah memberikan kepercayaan kepadanya selama kurang lebih 5 tahun untuk memimpin.

“Hari ini saya sangat lega karena saya bisa menyerahkan semua tanggung jawab laporan kepada direktur yang baru. Jadi saya sangat lega, dan harapan saya itu satu agar segera direalisasikan untuk TPP dan insentif bagi tenaga kesehatan terutama di Sele Be Solu,”harapnya.