Berita

Ambon, Kota Paling Toleran se-Indonesia

×

Ambon, Kota Paling Toleran se-Indonesia

Sebarkan artikel ini
Penghargaan kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia 2021 dalam ajang Indeks Kota Toleran Award 2021 yang diselenggarakan oleh SETARA Institute di Ashley Hotel, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2022). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Kota Ambon kembali membawa Provinsi Maluku dalam 10 besar penerima penghargaan. Masuk peringkat ke-7, Kota Ambon mendapat penghargaan Kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia 2021 versi Setara Institut.

Berlangsung di Hotel Ashley, Jakarta, Rabu (30/3/2022), Penghargaan dari Setara Institut, kepada Kota Ambon, diterima langsung oleh Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, didampingi Sekretaris Kota Ambon, Agus Ririmasse.

Kegiatan penyerahan tersebut, dibuka resmi oleh Sekretaris Jenderal, Kementrian Dalam Negeri, Suhajardiantoro, dan dihadiri oleh sejumlah kepala daerah seperti Walikota.

4403
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Direktur Setara institut, Ismail Hasani, dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan tersebut juga bisa jadi referensi bagi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), untuk memberikan perhatian kepada para Wali Kota.

“Kemendagri bisa memberikan perhatian kepada para Walikota dan dearahnya, yang telah bersungguh-sungguh, menjaga Republik dengan menampilkan diri sebagai miniatur Republik Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Teropongnews.com, di Ambon, Kamis (31/3/2022).

Oleh karena itu, laporan lengkap dari penilaian kali ini, lanjut dia, sedikit berbeda dengan laporan-laporan di tahun sebelumnya.

“Sebelumnya kami umumkan kota-kota dengan skor terbaik dan terburuk, katakan semua kota toleran,” pungkas dia.

“Tapi, tentu ada yang terbaik ada yang terburuk. Namun atas saran dari Kemendagri dan Kementerian Agama, sebaiknya kota-kota yang terburuk tidak perlu dikasih penghargaan, makanya kita tidak undang disini,” tambahnya.

Kendati demikian, lanjut dia, mereka para kota yang memiliki nilai buruk toleransi, jelas butuh pembinaan dari otoritas negara. Kalau setara Institute tentu bisa jadi teman bisnis, namun tidak mungkin membina.

“Makanya kami serahkan kepada Kementerian Dalam Negeri dan kementerian Agama, untuk memastikan proses-proses perbaikan toleransi, agar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy usai menerima penghargaan mengatakan, toleransi saat ini di Indonesia merupakan barang mahal.

Oleh karena itu, isu dan fokus yang dilaksanakan Setara Institut merupakan invenstasi jangka panjang Indonesia. Ambon dan masyarakatnya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas program yang begitu strategis itu.

“Ini bukan saja untuk dimensi jangka pendek, akan tetapi juga untuk jangka panjang .Saya kira untuk hal ini, saya dan masyarakat kota Ambon patut memberikan apresiasi, yang setinggi-tinggi kepada Setara Institut karena telah memberikan penilaian objektif, independen bagi kota Ambon,” tandas Wali Kota.

Untuk diketahui, 10 besar kota toleransi tersebut masing-masing adalah, Kediri di urutan 10, Surakarta 9, Bekasi 8, Ambon 7, Magelang 6, Tomohon 5, Kupang 4, Salatiga 3, Manado 2, dan Singkawang di urutan pertama.