“Aksi Stop Stunting”, Ini yang Dilakukan Dinkes Sulsel

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat, untuk membahas soal aksi Stop stunting, Selasa (15/2/2022). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan bakal segera melakukan tes, untuk tenaga supervisor dan tenaga pendamping gizi demi mendukung program “Aksi Stop Stunting”.

Hal ini menjadi fokus pembahasan pada rapat yang digelar Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Sulsel, Selasa (15/2/2022).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Sulsel, Andi Nurseha; Dr. Junaidi (TGUPP); Rusdi (Staf Khusus Gubernur); drg. Burhanuddin (Kepala Seksi Kesga-Gizi); Ahmad Ismail (Penanggungjawab Gizi); Serta dari Poltekkes.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Sulsel, Andi Nurseha mengaku, pihaknya berencana akan merekrut 6 tenaga Supervisor, 1 orang pengolah data dan 240 tenaga pendamping gizi.

“Tenaga pendamping gizi ini akan melakukan pendampingan, dimana setiap desa ada satu orang pendamping gizi. Untuk sesi tes bagi supervisor dan pengolah data akan berlangsung pada tanggal 17 dan 18 Februari 2022,” kata dia.

Sementara untuk tim pendampingan gizi direncanakan akan dilakukan tes pada tanggal 25-27 Februari 2022.

“Masing-masing supervisor, nantinya akan bertanggung jawab terhadap 4 Kabupaten/Kota. Mereka bertugas untuk melakukan koordinasi dan monitoring dengan tim pendamping gizi di wilayah yang menjadi tanggungjawabnya. Tentunya akan berkoordinasi pula dengan tim Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, terkait pelaksanaan kegiatan di desa yang menjadi lokus untuk penurunan stunting,” jelasnya.

Setiap orang pendamping gizi nantinya bertugas pada satu desa, berarti ada 240 desa yang menjadi lokus pada 24 Kabupaten/Kota.

“Mereka akan ditugaskan kurang lebih 7 bulan hingga bulan November atau Desember, dan akan dilakukan evaluasi,” tegas dia.

Pendamping Gizi nantinya akan bertugas untuk memberikan edukasi kepada keluarga pada 1.000 hari pertama kehidupan, dan memberikan paket intervensi gizi pada anak dan ibu hamil, untuk desa lokus stunting di 24 kabupaten/kota.

Para pendamping juga akan mensosialisasikan dalam perubahan perilaku pada remaja putri, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.

Upaya penurunan stunting ini pun menjadi fokus PLT Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang senantiasa mendorong hadirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik.

“Permasalahan stunting menjadi fokus bapak Plt Gubernur Sulsel, Bapak Andi Sudirman Sulaiman. Melalui program “Aksi Stop Stunting”, tahun 2022 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan perhatian penurunan stunting di seluruh kabupaten/kota di Sulsel, dengan menetapkan 240 desa yang menjadi lokus,” tandas Nurseha.