Ini Klarifikasi Pihak Pengelola Gudang Sanwira Merauke

Kuasa Hukum Gudang Sanwira Merauke saat Konferensi Pers sembari menunjukan foto titik lubang pengendalian banjir di sekitar Gudang Sanwira. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Menyikapi sekaligus menanggapi opini yang berkembang di tengah masyarakat terkait genangan air yang terjadi di daerah sekitar Bangunan Gudang Barang milik CV. Maju Bersama yang selama ini dikenal dengan sebutan Gudang Sanwira di Jalan Arafura, Kelurahan Samkai, Distrik Merauke, mendapat klarifikasi pihak pemilik gudang.

Press Release ini bertujuan untuk meluruskan infomasi miring yang beredar pasca konfrensi pers terkait maslah genangan air tersebut yang dituduh warga bahwa banjir terjadi karena bangunan Gudang Sanwira.

“Sesungguhnya, pihak Sanwira sudah melakukan segala upaya dalam bentuk tindakan nyata dengan pertimbangan sosial kemanusiaan untuk membantu mengurangi genangan air yang terjadi beberapa waktu lalu baik di Perumahan Lampu Satu Indah (LSI), RT 03 dan RT 10,” ujar Kuasa Hukum Sanwira Gabriel Naftali J. Epin, S.H didampingi Matheus Liem Gebze, S.H di Cazoari Oke, Kamis (20/1/2022).

Dikatakan, pada prinsipnya pihak Sanwira selalu membuka diri untuk menerima pengaduan, masukan ataupun pendapat dan saran dari masyarakat, tentu dengan dasar pertimbangan yang matang sehingga tidak terjadi kesalahan dikemudian hari. Hanya saja pihaknya tidak menerima ketika disudutkan dalam masalah genangan air, sementara ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya genangan air. Salah satunya adalah elevasi posisi Perumahan Lampu Satu Indah (LSI) yang memang sudah sangat rendah jauh dibawah permukaan Jalan Arafura dan di bangun di atas aliran air rawa.

Selanjutnya, ditegaskan bahwa pada saat proses awal pembangunan pagar Gudang Sanwira, sudah dipertimbangkan terkait dampak lingkungannya sehingga dengan inisiatif pihaknya membuat 12 titik lubang air berukuran 3 inch untuk mengalirkan air yang ada disekitar pagar agar air dapat keluar dan masuk sesuai debitnya, namun ternyata pada bulan Juni pihak Sanwira menerima pengaduan terkait banjir yang terjadi di Perumahan LSI, RT 03 dan RT 10 Kelurahan Samkai, yang notabene disangkakan diakibatkan oleh pagar Gudang Sanwira.

“Menanggapi hal itu klien kami menyatakan bersedia menambah 10 titik lubang air berukuran 4 inch sesuai berita acara kesepakatan koordinasi terkait genangan yang terjadi di Kelurahan Samkai tertanggal 28 Juni 2021, dan ternyata pengaduan yang sama kembali terjadi di bulan Januari 2022 sehingga pada hari Senin tanggal 17 Januari 2022, pukul 10.00 WIT telah dilakukan pengecekan langsung ke halaman belakang Gudang Sanwira oleh Kepada Dinas Pekerjaan Umum Bapak Romanus Sujatmiko bersama Kabid Perairan yakni Bapak Tony Mulyono, dan bersama klien kami yang juga berada di lokasi tersebut, disana langsung disepakati untuk menambah lagi 2 titik lubang air dengan diameter 25 inch. Klien kami dengan itikad baik melaksanakan kesepakatan itu dan sudah selesai dikerjakan tanggal 18 Januari 2022 kemarin, dengan demikian sementara lubang air yang telah dibuat berjumlah 24 titik,” terangnya.

Pihaknya juga menepis tudingan bahwa pihak Sanwira tidak pernah merespon pengaduan masyarakat. Bahkan jika masih saja terjadi pernyataan yang merendahkan dan mencemarkan nama baik Sanwira yang berkaitan dengan banjir maka pihak Sanwira akan menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.

“Banjir di Perumahan Lampu Satu Indah (LSI), bukan murni tanggungjawab klien kami, tetapi juga harus menjadi tanggung jawab pihak pengembang (Developer) perumahan LSi yang sampai saat ini tidak kelihatan sedikitpun kontribusinya menyelesaikan persoalan banjir yang dialami oleh warganya. Kami dari pihak Pengelola Gudang Sanwira hanya membantu warga terdampak banjir dengan membuat lubang-lubang air pada pagar Gudang dengan maksud agar volume air dapat lebih cepat surut dengan tetap berkoordinasi dengan Pemda maupun instansi terkait sesuai kewenangannya,” tandas dia.