Tim Dosen Politeknik Saint Paul Sorong Berdayakan Masyarakat Produksi Abon Ikan

Ketua tim PKM Politeknik Saint Paul Sorong, Herry Widjasena, S.T, M.T, saat berikan arahan kepada peserta pelatihan. Foto ist.

TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Politeknik Saint Paul Sorong menggelar program produk teknologi yang didesiminasikan kepada masyarakat (PTDM), kegiatan tersebut, didanai oleh Direktorat Pemanfaatan Riset Dan Inovasi Pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, Dan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (BRIN).

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut secara resmi dibuka wakil Direktur Politeknik Saint Paul Sorong, Herry Widjasena S.T, M.T dan diikuti 18 peserta anggota UKM Utama Krida Mandiri, UKM Miareto, mahasiswa Politeknik Saint Paul Sorong di Malawei Kota Sorong, Selasa (1/12/2021).

para peserta kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar tim dosen Saint Paul Sorong. Foto ist.

“Kegiatan pengabdian masyarakat atau PTDM ini sudah dimulai sejak bulan September lalu, sampai dengan bulan Desember 2021 ini,” ujar ketua tim PKM Politeknik Saint Paul Sorong, Herry Widjasena.

Dikatakannya, ada beberapa program yang diagendakan selama 4 bulan dibagi dalam beberapa tahap.

“Tahap pertama pra kegiatan berupa koordinasi dan obeservasi, tahap kedua pelatihan membuat abon ikan berbahan dasar ikan tuna, pengemasan produk abon ikan dan penyerahan alat produksi abon ikan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya sumberdaya ikan laut di Kota Sorong dan perlu adanya inovasi alat produksi abon ikan agar kapasitas produksi abon ikan dapat meningkat,” terangnya.

Menurutnya,tujuan dan manfaat dari kegiatan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat di Kota Sorong melalui UKM Mitra dengan mengolah ikan tuna menjadi abon ikan, cara pengemasan abon ikan yang lebih marketable.

Mendapatkan pengetahuan cara-cara pemasaran secara online menggunakan media sosial dan internet. Mendapatkan pengetahuan baru cara menggunakan alat-alat produksi abon ikan.

Output dari kegiatan ini adalah produksi abon berbahan baku ikan tuna dan Pemasaran penjualan secara online. Kelompok UKM sangat antusias dengan kegiatan ini karena selain mendapatkan pengalaman baru berupa keterampilan membuat abon ikan, juga dapat meningkatkan perekonomian anggota UKM.

Selain memberikan pelatihan pembuatan abon ikan, kata Widjasena, pihaknya juga memberikan pelatihan teknik pengemasan abon ikan dan penyimpanan agar produk abon ikan tahan lama dan kualitas terjaga, monitoring dan evaluasi terhadap hasil pelatihan pembuatan abon ikan.

Tim Pengabdian Politeknik Sain paul Sorong dalam kegiatan pelatihan memperkenalkan peralatan pembuatan abon kepada kelompok UKM Utama Krida berupa mesin Pemasak Abon, Mesin Pemisah Duri Ikan, mesin pengemas atau sealer, mesin peniris minyak atau spinner dan Presto. Semua peralatan itu memang untuk kelompok UKM, buat menunjang produksi abon ikan.

Hasil dari produksi abon ikan berupa abon ikan tuna dalam kemasan dengan beberapa varian. UKM Mitra (Utama Krida dan Miareto) mengemas abon ikan dalam standing pouch menjual abon tuna dengan harga beragam, mulai Rp30.000 per 100 gram, Rp60.000 untuk isi 200 gram. Sedangkan varian ada rasa original dan rasa pedas.

<