Rapat bersama dengan Kedutaan Kerajaan Belanda, yang diwakili Kepala Economic Affair, Hans de Branbander dan staf, Intan Hadidinata, serta perwakilan MVO, Eline Lesing, Rabu (3/11/2021), di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mendapat dukungan dari Kedutaan Kerajaan Belanda dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah rumah tangga.

Program yang dilatarbelakangi kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dan Kementerian Pekerjaan Umum Kerajaan Belanda, akan diimplementasikan oleh beberapa perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan dan persampahan di Belanda, yang tergabung dalam Konsorsium MVO Nederlands.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, yang didampingi oleh Wakil Wali Kota (Wawali) Syarif Hadler,Sekretaris Kota (Sekot) A.G Latuheru dan OPD terkait, dalam rapat bersama dengan Kedutaan Kerajaan Belanda, yang diwakili Kepala Economic Affair, Hans de Branbander dan staf, Intan Hadidinata, serta perwakilan MVO, Eline Lesing, Rabu (3/11/2021), di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon menyatakan apresiasi yang tinggi, atas dipilihnya kota Ambon sebagai lokasi implmentasi program.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat kami mengucapkan terima kasih kepada Konsorsium yang dipimpin oleh MVO Nederlands atas perhatian dan insiatif untuk mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah yang baik di kota Ambon,” kata Wali Kota lewat keterangan tertulisnya yang diterima Teropongnews.com, di Ambon, Kamis (4/11/2021).

Dia menyatakan, pihaknya sangat berkomitmen untuk mensukseskan program ini, mengingat masalah pengelolaan sampah masih menjadi “momok” dalam upaya pelestarian lingkungan, apalagi saat ini dunia sedang dilanda dampak perubahan iklim.

“Pemkot Ambon sangat berkomitmen dalam isu–isu lingkungan. Bukti nyata dari komitmen tersebut adalah, berbagai pernghargaan yang diraih, yakni Trophy Adipura, Niwrasita Tantra dan Green Leadership, serta yang terbaru, Trophy Proklim utama,” beber dia.

Sementara itu, Hans de Branbander dalam sambutannya menjelaskan pengelolaan sampah yang akan diimplementasikan di kota Ambon, dimulai dengan collect atau mengumpulkan sampah dan kemudian diproeses sehingga tidak menjadi masalah lingkungan.

Ia berharap, implementasi di kota Ambon akan membuka paradigma baru dalam mengolah sampah menjadi bisnis yang menguntungkan, sebagaimana telah dilakukan di negara–negara maju.

“Sampah harus dikumpulkan dan diproses dan kemudian tidak boleh dibiarkan menjadi masalah di kemudian hari, dan pertemuan ini menjadi bagian dari merancang bisnis dari sampah dan memastikan dapat membawa keuntungan secara ekonomi,” ujar Brandbaner.

Ditempat yang sama, perwakilan MVO Nederlands, Eline Lesing, dalam paparannya menjelaskan, tujuan dari program ini adalah memperbaiki kondisi lingkungan dan kesehatan, dengan mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

“Selain itu dengan adanya program ini akan membuka kesempatan kerja di sektor persampahan, menghasilkan nilai ekonomis dari sampah rumah tangga, serta membantu meningkatkan sektor pariwisata dari lingkungan yang bersih” jelasnya.

Dikatakan Lesing, program pengelolaan sampah ini akan diimplementasikan tahun 2022, pada Dusun Airlow Negeri Nusaniwe, sebagai wilayah percontohan dengan dibantu oleh NGO Lokal, yakni Green Moluccas dan pendanaan dari P4G (Partnering For Green and The Global Goals), dimana Belanda dan Indonesia masuk sebagai anggota.

Kota Ambon sendiri, lanjut dia, dipilih karena adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah dan partisipasi masyarakat yang tinggi terhadap isu–isu lingkungan.

Dengan adanya program ini diharapkan ada transfer pengetahuan dan teknologi, serta kerjasama lanjutan untuk pengelolaan sampah secara menyeluruh di kota Ambon.

Berita lain untuk anda