Sekda Maybrat Jhonny Way bersama Direktur Produk Unggulan Desa Dirjen pengembangan Ekonomi dan Investasi Kemedes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Uguy Samy Laroy, Sekretaris Dinas pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua Barat, Diah Dian Kome beserta 17 kepala kampung yang menerima program tersebut.

TEROPONGNEWS.COM, MAYBRAT – Sekretaris Daerah (Sekda ) Maybrat Papua Barat, Jhonny Way membuka kegiatan startup program ekonomi kampung terpadu (TEKAD) bertempat di Alvira Hotel distrik Ayamaru, Jumat (29/10/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Produk Unggulan Desa Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Kemedes, Uguy Samy laroy, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua Barat Diah Dian Kome dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampug kabupaten Maybrat Marten Sraun,

Sekda Maybrat dalam sambutanya menjelaskan, pelaksanaan program kampung terpadu secara kualitatif dan kuantatif perlu dilakukan peningkatan koordinasi lintas sektor dalam rangka mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berskala desa.

“Kegiatan hari ini memiliki makna penting dan strategis dalam rangka meningkatkan pencapaian dalam upaya mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera di Kabupaten Maybrat melalui program trnsformasi ekonomi kampung terpadu, mari kita semua menjadikan momentum ini untuk meningkatkan komitmen dalam mensukseskan program transformasi ekonomi kampung terpadu agar tujuan pemerintah bisa terwujud,” ujarnya.

Jhonny Way juga berharap, dengan kegiatan ini dapat memperoleh hasil yang optimal sehingga dapat menghasilkan rumusan-rumusan kebijakan yang menjadi solusi dan langkah strategis bagi pelalsanaan program TEKAD di Maybrat”ujar sekda Maybrat Jhonny Way.

Sementara itu Direktur Produk Unggulan Desa Dirjen pengembangan Ekonomi dan Investasi Kemedes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Uguy Samy Laroy mengatakan, transformasi ekonomi kampung terpadu adalah kegiatan bersama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten , distrik dan kampung yang dilakukan bersama dengan Kementerian Desa.

Uguy Samy Laroy mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan status dari kampung-kampung yang tertinggal, dan sangat tertinggal menjadi Kampung yang maju dan mandiri, artinya masyarakat yang ada di kampung tersebut bisa sejahtera, produk unggulan mereka bisa jual keluar dengan nilai yang sangat besar.


“Dengan adanya hasil tersebut masyarakat bisa menabung mensejahterakan Masyarakat yang di Maybrat,” Ujarnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Papua Barat, Diah Dian Kome melaporkan bahwa program TEKAD bermaksud untuk memberdayakan masyarakat desa agar mereka dapat berkonstribusi pada transformasi pedesaan dan pertumbuhan inklusif di Indonesia Timur.

Selain itu kata Diah Dian Kome, program TEKAD di Maybrat pada tahun 2021 akan di laksankan di 5 distrik dan 17 kampung yang menerima program tersebut.

Tujuan pelaksanaan kegiatan Start Up yaitu melaksanakan sosialisasi program transformasi ekonomi kampung terpadu, mengimformasikan program TEKAD kepada pemerintah daerah dan insatansi terkait serta para pangku kepentingan, memperoleh ummpan balik dari pemerintah daerah dan instansi terkait terhadap program TEKAD, serta kesepakatan gubernur dan para bupati akan melaksanakan program TEKAD.

Pada kegiatan ini dilakukan juga penandatanganan pernyataan komitmen bersama antara Direktur Produk Unggulan Desa Dirjen pengembangan Ekonomi dan Investasi Kemedes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Sekda Maybrat dan 17 kepala jampung yang menerima program tersebut.

Berita lain untuk anda