Apel pelepasan tim penegakan PPKM di lapangan upacara kantor walikota Sorong. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Guna menekan penyebaran kasus COVID-19, pemerintah Kota Sorong menurunkan tim penegak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Jumat (9/7/2021), guna menertibkan masyarakat maupun pelaku bisnis yang tidak menjalankan aturan tersebut.

Walikota Sorong, Drs Ec. Lambert Jitmau,M.M,. mengatakan bahwa pihaknya bersama instansi terkait seperti Satpol-pp, maupun TNI/Polri sepakat untuk hari ini turun ke tempat tertentu guna memberikan sosialisasi ke pengunjung untuk senantiasa menaati protokol kesehatan.

Foto bersama usai apel pelepasan tim penegakan PPKM. (Foto:Mega/TN)

“Kalau bisa hari ini kita turun ke tempat-tempat tertentu, untuk memberi sosialisasi kepada pelaku bisnis maupun pengunjung. Saya mohon pihak yang terlibat memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menaati protokol kesehatan, supaya bisa terhindar dari Covid-19, ” jelas Walikota Sorong saat memberikan arahan kepada tim penegak PPKM di lapangan upacara kantor Walikota Sorong, Jumat (9/7/2021).

Lambert mengatakan, kasus COVID-19 menjadi isu yang menakutkan sejak kemunculannya pada tahun 2020. Di mana pada masa itu, seluruh elemen masyarakat harus bekerja keras untuk menekan laju pertumbuhan COVID-19.

“Saya juga berterimakasih kepada Dandim dan Kapolres, atas kerja sama yang dilakukan untuk menghadapi Covid-19 di tahun 2020 sampai tahun 2021, karena kita mampu memberikan sosialisasi dan pencerahan kepada masyarakat kota Sorong sehingga angka kesembuhan itu meningkat, “ucap Lambert.

Lambert menyebutkan, pada bulan Januari 2021, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di kota Sorong semakin meningkat, dimana hal itu terus terjadi hingga tiga minggu terakhir di bulan Juni 2021, yaitu persentase kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 98,4%.

Namun pada dua minggu terakhir, terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Sorong, dimana persentase kesembuhan yang sebelumnya 98,4% turun menjadi 94% lebih.

“Mari kita bergandengan tangan, bertanggungjawab dan bekerja untuk memberikan sosialisasi dengan mengamankan masyarakat dari virus itu sendiri agar masyarakat sehat, bisa bekerja dengan baik, roda perekonomian masyarakat bisa berjalan dengan baik, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa teratasi dengan baik, “tutur Lambert.

Sebab, kata Lambert, jika virus ini terus berkembang otomatis sektor ekonomi akan dibatasi, tentunya dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat.

“Kalau bisa sebentar malam kita melakukan sweeping agar mereka sadar, bahwa mereka semakin banyak berkumpul itu berpeluang menyebarkan virus COVID-19 ke warga yang lain. Untuk itu, sebentar kita akan apel untuk kita datangi tempat yang akan kita tertibkan, ” tegasnya.

Berita lain untuk anda