Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, didampingi Wakil Wali Kota (Wawali), Syarif Hadler, dan Sekretaris Kota (Sekot), AG Latuheru bersama pimpinan OPD memantau secara langsung posko perbatasan kota Ambon dan Maluku tengah, Kamis (8/7/2021). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku, terjadi penurunan jumlah calon penumpang yang cukup signifikan, sejak dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.

Sejak Rabu (7/7/2021), dari 700 penumpang turun menjadi 300 penumpang pada Kamis (8/7/2021).

“Ini hal yang menggembirakan, karena merupakan dampak dari upaya kita membatasi pergerakan orang yang keluar dari Ambon, dan kita harapkan nantinya dari luar daerah juga demikian ada pembatasan untuk orang keluar,” ungkapnya kepada wartawan, di Ambon, Jumat (9/7/2021).

Sedangkan untuk hasil pantauan di dua Posko perbatasan, menurut Wali Kota, tidak ada masalah, karena personel Satgas Covid-19 Kota Ambon yang berjaga di posko sigap dalam mensosialisasikan Instruksi Wali Kota Nomor 3 Tahun 2021 kepada pengendara motor dan mobil yang melintas.

“Hasil pantauan untuk masyarakat Malteng yang ada di Pulau Ambon itu kan sudah jelas, untuk masuk wilayah Ambon dibuktikan dengan KTP dan surat keterangan dari Pemerintah Negeri,” katanya.

Menurut Louhenapessy, kendala justru ada pada masyarakat Malteng di luar Pulau Ambon yang kebanyakan belum memiliki kartu vaksin, sebagai salah satu persyaratan wajib perjalanan antar kota/kabupaten dalam provinsi.

“Masyarakat Maluku Tengah yang datang dari luar Ambon, rata–rata belum dilaksanakan vaksinasi di sana. Ini yang menjadi problem bagi kita,” jelasnya.

Mengatasi hal itu, dia mengaku, akan segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, sehingga jangan sampai berdampak pada penyebaran Covid-19 di Kota Ambon.

“Kita akan konsultasikan juga dengan Danrem 151 Binaiya, selaku Plh, dan Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, sehingga istilahnya jangan sampai orang lain yang makan, kita yang cuci piring. Jadi kerjasama antar kota/kabupaten harus ditingkatkan sebagai tanggung jawab kolektif dalam menghadapi situasi pandemi ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Louhenapessy, didampingi Wakil Wali Kota (Wawali), Syarif Hadler, dan Sekretaris Kota (Sekot), AG Latuheru bersama pimpinan OPD memantau secara langsung posko perbatasan kota Ambon dan Maluku tengah, Kamis (8/7/2021).

Hal ini dilakukan untuk memastikan PPKM berskala Mikro diperketat di Kota Ambon berjalan efektif pada pintu masuk-keluar Kota Ambon, sesuai Instruksi Wali Kota Nomor 3 Tahun 2021.

Pantuan dimulai dengan mengunjungi Bandar Udara Pattimura Ambon, kemudian berlanjut ke posko Hunuth Durian Patah, yang merupakan pintu masuk Kota Ambon dari kecamatan Leihitu, serta berakhir di Posko Larier, yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Ketika berada di bandara, Wali Kota dan rombongan didampingi Danlanud Pattimura sempat melihat dari dekat pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi calon penumpang maskapai.

Sedangkan pada dua posko berikutnya rombongan Wali Kota meninjau pemeriksaan kendaraan yang melintas baik roda dua maupun roda empat, oleh Satgas Covid-19 Kota Ambon yang terdiri dari aparat TNI/Polri serta ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Berita lain untuk anda