Dinkes Kaltara Informasikan Jika Ratusan Warga di Dua Wilayah Ini Positif Covid-19

Dinkes Kaltara masih terus berupaya menyuplai sejumlah bantuan berupa tim tenaga tambahan, obat-obatan, rapid antigen, APD, dan masker berjumlah 500 paket. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara), Usman kembali menginformasikan, terkait tindak lanjut penanganan serta perkembangan Covid-19 di Long Nawang dan Long Ampung, Kabupaten Malinau, Provinsi Kaltara.

Hasil Data yang diperoleh pada Senin (12/7/2021), bahwa kasus Covid-19 terdeteksi dari hasil rapid antigen di Long Nawang berjumlah 386 kasus, dan Long Ampung berjumlah 205 kasus. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh 62 orang, dan meninggal dunia sebanyak 7 orang.

“Beberapa waktu yang lalu kami mendampingi pak Gubernur mengunjungi ke Long Ampung dan Long Nawang. Semua orang yang terpapar merupakan masyarakat sana, dan pada saat kami datang ke sana, rata-rata mereka melakukan isolasi mandiri,” jelas Usman, lewat siaran persnya yang diterima Teropongnews.com, Kamis (15/7/2021).

Dinkes Kaltara juga melakukan pendampingan dan sosialisasi terhadap penanganan Covid–19 kepada masyarakat agar melakukan isolasi mandiri, dan menaati protokol kesehatan (prokes) untuk menghambat laju penyebaran kasus Covid-19 yang kian hari mengalami peningkatan yang cukup masif.

“Menurut salah satu korban meninggal dunia yang telah menjalani swab dan terkonfirmasi positif, setelah itu dilakukan penelusuran kontak erat dan ditemukan banyak yang positif juga dengan pemeriksaan swab antigen,” papar Usman.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah melakukan langkah–langkah untuk menekan pertumbuhan Covid-19 di wilayah perbatasan Kaltara.

Pemprov Kaltara khususnya melalui Dinkes Kaltara masih terus berupaya menyuplai sejumlah bantuan berupa tim tenaga tambahan, obat-obatan, rapid antigen, APD, dan masker berjumlah 500 paket.

Hal ini tentunya merupakan bentuk komitmen Pemerintah yang ingin terus berpartisipasi, dalam hal penanganan pandemi Covid-19 di Kaltara.

Tentunya tetap berkoordinasi dengan Pemkab Malinau, dalam hal ini melalui Dinkes Kabupaten Malinau, dan memantau jumlah ketersediaan bantuan.

“Jika kita lihat jumlah kasus Covid-19 ini merata kesemua kabupaten/kota. Justru itu kendalanya, karena daerah sulit untuk mengakut barang-barang, dan hanya mampu mengangkut 12 orang serta pesawatnya harus di carter dulu,” tutup Usman.

<