Berita

Program BISA Kemenparekraf Sambut Kebiasaan Baru Di Destinasi Wisata Sorong

×

Program BISA Kemenparekraf Sambut Kebiasaan Baru Di Destinasi Wisata Sorong

Sebarkan artikel ini
Direktur Wisata Minat Khusus. Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Alexander Reyaan secara simbolis menyerahkan alat penunjang kebersihan. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar program Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) di destinasi wisata pantai tanjung Kasuari, di Distrik Maladumes, kota Sorong, provinsi Papua Barat, Kamis (3/6/2021).

1733
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Direktur Wisata Minat Khusus Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Alexander Reyaan mengatakan dari 100 lokasi di Indonesia, kota Sorong menjadi salah satu lokasi yang terpilih untuk melakukan program BISA. Gerakan BISA dilakukan untuk menyambut kebiasaan baru di destinasi wisata dengan penerapan protokol kesehatan

“Kita memilih beberapa lokasi dari 34 provinsi dan 500 kabupaten/ kota, dan kota Sorong menjadi salah satu lokasi yang terpilih. Mengingat kota Sorong merupakan pintu gerbang masuk tanah Papua,” ujar Alexander.

Pada kesempatan itu, para peserta yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut adalah mereka yang merupakan warga sekitar tanjung Kasuari. Mereka ikut berpartisipasi pada program BISA untuk meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan destinasi pariwisata untuk membangun kesiapan menjalani pariwisata produktif dan aman di era normal baru.

Pantauan media ini, para peserta membersihkan sampah-sampah yang berserakan di sekitar pantai, baik sampah yang dihasilkan dari para wisatawan maupun sampah dari dedaunan pohon yang berguguran.

“Pada destinasi wisata yang pengunjungnya banyak dan produksi sampahnya tinggi, kami juga libatkan LSM lingkungan hidup disini agar bagaimana masyarakat bisa mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai jual, ” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPR RI Komisi X, Robert Joppye Kardinal mengatakan pandemi Covid-19 berdampak cukup serius pada seluruh rantai pariwisata.

Menurutnya pariwisata adalah sektor yang sejak awal pandemi langsung terdampak cukup serius. Sebab, sektor pariwisata dianggap memiliki risiko penularan Covid-19 yang cukup tinggi karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat.

“Kita sudah memasuki era new normal, kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Tentu segala sesuatu harus terus berjalan. Kita berharap bulan ini pandemi bisa selesai, agar roda perekonomian di sektor wisata kembali normal, ” ucap Robert.

Dikatan Robert, terkait program 100 Kemenparekraf, untuk wilayah Papua, kota Sorong yang pertama kali melakukan program gerakan BISA.

“Dengan demikian, daerah ini bisa menjadi tempat yang bersih sehingga menumbuhkan rasa aman dan nyaman dan otomatis wisatawan akan berdatangan dengan sendirinya,”pungkas Robert.