Berita

JKN-KIS Sangat Terasa Manfaatnya Bagi Mahasiswa Perantau

×

JKN-KIS Sangat Terasa Manfaatnya Bagi Mahasiswa Perantau

Sebarkan artikel ini
Peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Brazilia B. Wanggay.

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Sebagai mahasiswi perantau yang tinggal jauh dari orang tua, hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat dirasakan manfaatnya oleh Brazilia B. Wanggay (18).

1739
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Mahasiswa dari salah satu universitas di Manado ini merantau jauh dari orang tua yang berada di Kota Sorong Papua Barat, menceritakan kisahnya beberapa waktu lalu kepada tim Jamkesnews saat harus berjuang sendirian operasi usus buntu.

“Awal April kemarin, saya baru selesai operasi usus buntu di Rumah Sakit Tondano di Manado. Puji Tuhan, sebelum berangkat merantau orang tua sudah memberikan kartu JKN-KIS ini untuk jaga-jaga terjadi kejadian seperti ini, jadi seluruh biaya operasi perawatan sepeserpun saya tidak keluarkan,” ceritanya, Jumat (04/06).

Saat menunjukan KIS miliknya di UGD Rumah Sakit, Brazilia merasa takjub karena seluruh prosedur sangat dimudahkan baginya tanpa adanya kendala yang berarti. Kini ia telah menjalani seluruh perawatan dengan baik hingga sembuh dan kembali ke Sorong untuk melanjutkan kuliahnya.

“Saya ke Puskesmas tempat saya terdaftar dulu saat merasa perut saya sudah sakit sekali, lalu dirujuk ke rumah sakit dan ternyata divonis harus operasi karena usus buntu. Tetap ikut prosedur pelayanannya, pasti lancar. ,” tambahnya.

Peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD ini mengaku tanpa adanya JKN-KIS ia mungkin tidak akan memberanikan diri untuk melakukan pengobatan karena bagi mahasiswi perantau biaya berobat akan sangat mahal.

Tra pernah (Tidak pernah, red) terbayangkan mau operasi, persiapan juga tra ada (tidak ada, red). Perkiraannya hanya sakit perut biasa. Untungnya saya sudah memiliki kartu JKN-KIS ini. Kalau tidak, orang tua pasti sangat pusing bingung mau memikirkan yang mana, antara mengkhawatirkan saya yang operasi atau biaya operasi yang tidak sedikit,” ujarnya.

Sembari menutup perbincangan, Brazilia mengharapkan agar Program JKN-KIS ini akan selalu ada ke depannya memberikan manfaat bagi masyarakat terutama seluruh perantau yang hidup jauh dari orang tua.