Ratusan Ribu Ekor Benih Ikan dan Udang Ditaburkan di Sungai Malinau

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, bersama Wakil Gubernur, Yansen TP menyaksikan penaburan benih ikan dan udang galah, di sungai Desa Long Loreh, Kecamatan Malinau Selatan. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MALINAU – Sebanyak 250 ribu ekor benih ikan dan udang galah ditaburkan, di Sungai Malinau, Kabupaten Malinau, Senin (19/4/2021).

Penaburan benih ikan dan udang galah sungai, di Desa Long Loreh, Kecamatan Malinau Selatan tersebut, disaksikan oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, bersama Wakil Gubernur, Yansen TP.

Jenis ikan yang ditebar meliputi ikan baung, patin, koan dan udang galah yang didatangkan oleh PT. Kayan Putra Utama Coal (KPUC), dari Balai Benih Ikan Air Tawar Kementerian Pertanian Yogyakarta dan Sukabumi.

“Benih yang ditabur sebanyak 250.000 ekor yang khusus didatangkan dari Jawa. Ini membuktikan iktikad baik dari PT KPUC, dalam memulihkan serta menjaga kelestarian Sungai Malinau,” kata Gubernur Zainal, dalam rilisnya yang diterima Teropongnews.com, Selasa (20/4/2021).

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada PT KPUC, atas penanganan jebolnya tanggul dengan cepat.

“Seperti pada saat kejadian, perusahaan juga proaktif untuk menyediakan air bersih, dengan menggunakan truk tangki air ke setiap rumah yang terdampak PDAM mati,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur mengharapkan, tidak ada lagi tanggapan negatif dari masyarakat, tokoh masyarakat, maupun pejabat.

“Karena kejadian jebolnya tanggul KPUC murni musibah, dan sudah diatasi dengan baik oleh perusahaan. Jebolnya tanggul ini telah dilakukan investigasi oleh instansi pusat dan daerah,” ujarnya.

Hasil investigasi menyatakan, jika kualitas air Sungai Malinau masih dalam kategori aman. Hal ini dibuktikan dengan ikan-ikan yang masih hidup, serta dapat dijual di pasar dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

Gubernur juga menegaskan, hasil laboratorium menunjukkan bahwa air Sungai Malinau pada saat itu tidak mengandung zat yang berbahaya atau beracun.

Sementara itu, Direktur Operasional PT KPUC, Soesanto mengatakan, dalam tiga tahun terakhir ini, KPUC telah mengolah limbah tambang secara modern dan menggunakan kimia yang ramah lingkungan, serta dilakukan oleh kontraktor dari Jakarta.

Pihaknya juga menyebutkan pihaknya tetap berkomitmen untuk melaksanakan bimbingan teknis dan rekomendasi yang diberikan instansi serta dinas dari pemerintah pusat maupun daerah.

Acara tabur benih ikan ini dihadiri anggota DPD RI Marthin Billa, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Suratno, Plh Bupati Malinau Ernes Silvanus serta tokoh adat dan masyarakat setempat.

Dilansir dari rilis Humas PR KPP Grup, salah seorang warga Desa Loreh, Amos (54) mengaku bangga, dengan rencana kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara. Baginya, kepedulian kepala daerah terhadap Sungai Malinau patut diacungi jempol.

“Saya dengar Pak Gubernur dan Pak Wagub mau menebar benih ikan dan udang. Memang sebelum ini ada kejadian, ada air limpasan tambang ke sungai. Keruh warna sungai, tetapi ikan patin yang saya dapat dan dimakan sekeluarga tidak berpengaruh apa-apa. Biasa-biasa saja,” ujar Amos.

Sedangkan Fauzi (60) yang juga warga asli Desa Loreh mengaku, kualitas air di Sungai Malinau harus diakui semakin tahun semakin menurun. Hal ini tidak terlepas dengan semakin banyaknya perusahaan yang memanfaatkan aliran sungai.

Mengenai kejadian terakhir yakni penampungan air limpasan di Tuyak yang jebol karena curah hujan yang tinggi, diakui Fauzi, tidak seheboh yang diberitakan di media sosial. “Kenyataannya kami masih bisa mengonsumsi ikan dari Sungai Malinau dengan aman,” tandas Fauzi.

<