Berita

HKBN 2021, Gubernur PB Ajak Masyarakat Siaga Hadapi Bencana

×

HKBN 2021, Gubernur PB Ajak Masyarakat Siaga Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini
Staff ahli bidang ekonomi dan pembangunan, Nico Tike saat mengecek kesiapan personil dalam rangka kesiapsiagaan bencana nasional. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Papua Barat menggelar kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2021 di Lapangan Hocky, kampung baru kota Sorong, Senin (26/4/2021).

1737
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur baik dari unsur pemerintah, TNI-Polri, SAR, masyarakat, tokoh agama serta relawan bencana alam.

Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Staff ahli bidang ekonomi dan pembangunan Provinsi Papua Barat, Nico Tike, menyebutkan bahwa potensi bencana di wilayah Provinsi Papua Barat cukup tinggi secara nasional.

Oleh karena itu, di hari kesiapsiagaan bencana tersebut, Nico mengajak instansi pemerintah, swasta, TNI Polri dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan sekitar masing-masing.

“Dalam kurun waktu belakangan ini beberapa kali terjadi bencana di wilayah Indonesia. Oleh karena itu saya juga mengajak kita semua agar dari sisi kesiapsiagaan harus disiapkan, untuk mencegah kemungkinan risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, “ujarnya

Selain itu, guna mencegah kemungkinan terjadinya bencana, Nico yang didampingi kepala BPBD Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir mengecek peralatan dan unsur SDM yang sudah disiapkan. Peralatan-peralatan

Staff ahli bidang ekonomi dan pembangunan, Nico Tike saat mengecek peralatan yang akan digunakan untuk mencegah resiko bencana alam. (Foto:Mega/TN)

Sementara itu, kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan bahwa bencana alam di provinsi Papua Barat beresiko tinggi. Menurutnya bencana alam terjadi karena dua hal yakni faktor kapasitas dan kerentanan.

“Kondisi wilayah Papua Barat soal bencana alam memang kita berisiko tinggi. Bencana alam itu bisa terjadi karena dua unsur yakni kerentanan dan kapasitas. Kapasitas adalah kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap situasi tertentu dengan sumber daya yang tersedia. Seperti yang tadi kita saksikan ada kearifan lokal seperti membunyikan kentungan bambu, yang dapat mengumpulkan warga, “jelas Derek.

Sedangkan faktor kerentanan bisa terjadi karena bangunan, Infrastruktur, atau konstruksi yang lemah, dan bisa karena lingkungan, ketidaktahuan atau tidak menyadari adanya bencana itu

Oleh karena itu, berbagai unsur yang ada di Papua Barat tengah meningkatkan kapasitas itu. Sebab jika kerentanan tinggi maka resiko bencana alam lebih besar.

“Banyak gempa terjadi dimana-mana tapi karena kapasitas kita masih bagus jadi bisa meminimalisir bencana itu. Hanya saja memang beberapa kali terjadi bencana banjir di Sorong, ada korban tapi tidak sebesar yang ada di luar Sorong, ” ucapnya.