Berita

PLT Gubernur Sulsel: Hati-hati Dalam Pengadaan Barang dan Jasa

×

PLT Gubernur Sulsel: Hati-hati Dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Sebarkan artikel ini
PLT Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – PLT Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menekankan, agar pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel harus hati-hati dan tepat sasaran.

1566
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Andi Sudirman Sulaiman mengaku, pengadaan barang dan jasa di Sulsel, harus melewati tahapan sesuai aturan yang berlaku.

“Pengadaan barang dan jasa harus hati-hati, dan tepat sasaran. Kita harap, agar pelayanan sudah sampai ke masyarakat,” ujar dia kepada wartawan, di Makassar, Kamis (18/3/2021).

Ia juga menyampaikan, terima kasih atas peran KPK dan BPKP, yang senantiasa membantu dan melakukan pendampingan kepada Pemprov Sulsel.

“Kita harus berusaha dan memperbaiki terus dan ada niat untuk ke depan, bisa menunjukkan komitmen untuk menjaga integritas, ada KPK dan BPKP bersama mendampingi,” katanya.

Plt Andi Sudirman Sulaiman berpesan, agar inspektorat menjadi “dokter” pribadi bagi OPD-OPD.

“Inspektorat harus menjadi dokter pribadi bagi OPD-OPD, atau harus mampu melakukan pengawasan dan pendampingan secara maksimal, sehingga semuanya berjalan sesuai aturan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatgas Korsupgah Wilayah IV, Niken Aryati mengingatkan, agar fokus penganggaran untuk penanganan Covid-19 dan PEN tepat sasaran.

“Mari jangan ada kejadian-kejadian seperti itu lagi. Ketika diberi amanah dalam perbaikan PEN dan Covid-19, kami harap bisa prioritas dan harus dimanfaatkan untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, agar seluruh aparat pemerintah transparan dan meminimalkan terjadinya penyimpangan.

“Kita harus menatap ke depan dan optimis. Mari kita kawal bersama-sama, intinya harus transparansi. Kita harus minimalkan, mari bapak/ibu untuk meningkatkan independen. Kalau ada yang intervensi, lapor ke kami,” tegasnya.