Berita

Dilirik Maju Pilgub Papua Barat, Lambert Jitmau: Itu Masih Lama

×

Dilirik Maju Pilgub Papua Barat, Lambert Jitmau: Itu Masih Lama

Sebarkan artikel ini
Plt. Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat, Azis Syamsudin menyerahkan jabatan serta pataka partai kepada Lambert Jitmau. (Foto:Ist/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Lambert Jitmau menyebut, dirinya masih terlalu dini untuk membahas pencalonan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua Barat.

“Kenapa hari ini kita sibuk bicara Pilgub, masih ada tiga sampai hampir empat tahun lagi. Setahu saya Pemilukada akan dilaksanakan pada bulan November 2024. Kalau kita sudah start hari ini, maka akan capek. Ibarat kita main bola di lapangan sampai tiga tahun, itu pasti capek kan,” ujarnya kepada awak Media, Rabu (10/3/2021).

Lambert membeberkan, jika belum ada perubahan dan masih memakai Undang-undang yang lama, maka Pemilukada akan dilaksanakan tahun 2024. Oleh karena itu, kata Lambert, masih terlalu dini untuk membahas pencalonan pada Pilgub Papua Barat.

Menurut Lambert, warga negara memiliki hak untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua Barat, asalkan memenuhi syarat seperti memiliki partai pendukung.

“Siapapun yang ingin maju silahkan, semua warga negara punya hak untuk mencalonkan diri. Yang penting memenuhi syarat, seperti ada partai pendukung, maka maju saja,” tegas Lambert.

“Jika ada empat atau lima orang yang mau maju, ya silahkan maju. Kalau bapak Dominggus Mandacan, Bernard Sagrim atau Gabriel Assem mau maju maka saya akan dukung. Kalau saya maju, saya juga bisa maju yang penting memenuhi syarat,”tambahnya.

Persoalan siapa yang akan dipilih rakyat, lanjut Lambert, akan dikembalikan kepada akar rumput yaitu rakyat yang menentukan pilihan.

“Rakyat tidak buta, dan sudah cerdas, rakyat akan melihat semua figur sekali melihat 1000 kali percaya untuk menentukan pilihan. Realita memang seperti itu, tapi dengan catatan jangan menjatuhkan satu sama lain atau cari kesalahan orang lain. Tidak boleh saling fitnah, kalau hal tersebut dilakukan berarti melanggar hukum Tuhan,” katanya.

Lambert menambahkan, di tahun 2022 mendatang ada beberapa kepala daerah yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala daerah, yakni Bupati Maybrat, Wali Kota Sorong, Bupati Tambrauw dan Gubernur Papua Barat.

“Mereka semua akan menjadi mantan kepala daerah. Semua berhak mencalonkan diri di Pilgub papua barat. Kita tengok kembali apa yang kami buat selama jadi pemimpin di daerah masing-masing, karena itu yang akan menjadi indikator rakyat dalam menentukan pilihan. Maju adalah hak setiap warga negara, tapi jangan fitnah dan menjatuhkan satu sama lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *