Salah satu truk tertanam saat melintasi jalan di Distrik Muting yang masih jalan tanah.Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Curah hujan cukup tinggi di Distrik Muting, Merauke mengakibatkan jalan darurat yang dibangun PT ACP menjadi berlumpur, sangat licin, dan sulit dilalui warga.

Akibatnya, dua mobil terperosok dalam kubangan lumpur hingga berjam-jam lamanya terjebak di kubangan lumpur.

Sedangkan akses jalan yang dibangun pemerintah Kabupaten Merauke sudah tidak dapat dilalui karena kondisi Jembatan Kayu Kali Kandrakai sudah lapuk sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sebab dikhawatirkan jembatan ambruk saat dilalui kendaraan besar.

“Bagi kendaraan roda empat dan roda enam harus melewati jalan darurat yang dibuat oleh PT ACP. Kondisi ini sudah hampir lima tahun dikeluhkan warga, namun tidak ada sentuhan perbaikan jalan dan jembatan tersebut. Kami berharap jalan dan jembatan akses masuk ke Distrik Muting dapat segera dikerjakan agar mobilisasi barang dan penumpang dapat berjalan dengan aman,” ujar Clif, Sopir Damri Trayek Merauke – Muting, Rabu (24/02/2021).

Tidak tinggal diam, Kapolsek Muting dan anggotanya mengambil tindakan dengan melakukan perbaikan jembatan, dibantu oleh masyarakat dan sopir yang melintasi jalan tersebut.

Bahan kayu, papan dan kebutuhan untuk pembuatan jembatan didapatkan dari kerja sama warga sekitar yang ikut perpatisipasi mengumpulkannya. Namun, ini hanya akan bertahan dalam waktu tertentu. Besar harapan masyarakat agar segera ada perhatian serius agar baik jalan maupun jembatan lekas dikerjakan pemerintah.

Berita lain untuk anda