Berita

Percepat Penanganan Covid-19, Pemprov Kaltim Datangkan APD

×

Percepat Penanganan Covid-19, Pemprov Kaltim Datangkan APD

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltim, H Isran Noor ketika menyaksikan kedatangan APD yang ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan barang, di Bandara APT Pranoto Samarinda, Sabtu (19/12/2020). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mendatangkan Alat Pelindung Diri (APD) yang bersumber anggaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melalui Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2020, dengan alokasi sesuai pagu anggaran lebih kurang Rp 9,5 miliar.

APD dikirim dari Jakarta ke Samarinda menggunakan empat armada penerbangan, mulai tiga pesawat Air Asia Indonesia dan satu unit dari PT My Indo Airlines.

“Yang didatangkan hari ini adalah APD dengan tujuan untuk fasilitas penunjang penanganan Covid-19 di Kaltim. Dimulai dengan Air Asia Indonesia,” kata Gubernur Kaltim, H Isran Noor ketika menyaksikan kedatangan APD yang ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan barang, di Bandara APT Pranoto Samarinda, Sabtu (19/12/2020).

APD yang didatangkan mulai dari handsanitizer, pakaian kerja maupun baju Hazmat hingga masker dan cairan disinfektan. Dengan tujuan membantu penyelenggaran penunjang penanganan Covid-19.

Alat-alat ini berkat dukungan dan kerjasama dengan BNPB Pusat. Karena, untuk mengetahui kelayakan APD yang wajib digunakan adalah sesuai standar BNPB Pusat maupun Satgas Covid-19 Pusat.

“Barang yang didatangkan sesuai dengan batas kemampuan BPBD Kaltim miliki. Selanjutnya barang yang didatangkan segera didistribusikan ke Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Kaltim. Terutama yang masih terjadi lonjakan terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya, lewat siaran persnya yang diterima Teropongnews.com.

Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Yudha Pranoto menjelaskan, kedatangan barang sebagian juga akan dititipkan sementara di Gudang Hanggar Bandara APT Pranoto.

“Kedatangan alat-alat ini untuk mencegah penyebaran penularan Covid-19 yang saat ini di Kaltim masih terjadi,” katanya.