Ilustrasi korupsi.

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Sorong diduga melakukan tindak pidana korupsi. Di mana, dana ratusan juta yang seharusnya dirasakan sejumlah tenaga pendidik di Kota Sorong malah hilang tak berbekas.

Data yang dihimpun media ini, dana senilai Rp 11 miliar rupiah yang tercatat di Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Perubahan Dinas Pendidikan Kota Sorong, telah dikeluarkan untuk pembayaran tambahan jasa penunjang pendidikan bagi PNS dan honorer.

Secara spesifik dana senilai Rp 2 miliar akan digelontorkan bagi PNS dan Rp 9 miliar bagi honorer. Namun dalam penyalurannya, dana senilai Rp 500 juta dari Rp 11 miliar itu tidak diketahui rimbanya hingga saat ini. Dana ratusan juta itu diduga lari ke rekening oknum yang memalsukan tanda tangan tenaga pengajar yang telah meninggal dunia, pensiun, dan pindah tugas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong, Petrus Korisano, mengatakan pihaknya tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi, mengingat dana tersebut secara 100 persen telah disalurkan ke sekolah negeri maupun swasta yang ada di Kota Sorong.

Petrus menyebutkan, sebagai Pengguna Anggaran (PA), Kepala Dinas Pendidikan dirinya memang bertanggung jawab dalam menandatangani cek, SPP, SPN, dan pencairan di BPKAD. Namun setelah cair, dana tersebut langsung dinas pendidikan salurkan dan menyerahkan penanggung jawabannya ke pihak sekolah.

“Itu bukan dinas pendidikan yang korupsi, itu kepala sekolah yang potong-potong tenaga-tenaga pengajar punya honor itu. Kami dari dinas, menyalurkan dana bantuan jasa penunjang pendidikan bagi guru-guru honorer secara utuh 100 persen, tapi dari kepala sekolah dan yayasan ke tenaga pengajar ini yang terjadi pemotongan-pemotongan, makanya mungkin mereka melapor ke pihak yang berwajib,” jelas Petrus yang dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Sabtu (21/11/2020).

Petrus juga mengaku telah mendengar informasi terkait aduan dari tenaga pengajar, yang merasa hak-haknya direnggut oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Bahkan Petrus mengetahui ada beberapa kepala sekolah telah dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Namun ketika disinggung soal jumlah dan identitas kepala sekolah yang telah diperiksa oleh pihak kepolisian, Petrus memilih bungkam.

“Saya tidak tau, itu nanti tanyanya ke penyidik Polres Sorong Kota. Karena mereka yang dipanggil bukan saya,” tandas Petrus.

Berita lain untuk anda