Berita

Peringatan HPS, Petani Bokem Minta Perhatian Pemerintah Untuk Padi Organik

×

Peringatan HPS, Petani Bokem Minta Perhatian Pemerintah Untuk Padi Organik

Sebarkan artikel ini
Penyerahan bibit kepada perwakilan petani. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Hari Pangan se-Dunia (HPS) ke-40 tahun 2020 di Kabupaten Merauke, digelar di Kampung Bokem Distrik Merauke, mengambil tema, Dengan Semangat Hari Pangan Segini ke-40 Ketahanan Pangan Keluarga Kita Tingkatkan Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Masa Pandemi Covid-19.

1733
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Ditandai dengan Penyerahan Bantuan Bibit Ubi-ubian kepada kelompok Perwakilan Kelompok Tani Blorep. Penyerahan Hadiah Kepada Pemenang Lomba Cipta Menu Tahun 2020, dan Pasar Murah di Mobil Toko Tani Indonesia.

“Tujuan diperingati HPS, untuk meningkatkan kesadaran, perhatian dan tindakan kita (masyarakat), khususnya di Kabupaten Merauke akan pentingnya penanganan masalah pangan,” sebut Ketua Panitia, Sofian Matdoan, Kamis (22/10/2020).

Bupati Merauke, Frederikus Gebze dalam sambutannya menyampaikan terkait pangan di Merauke khusus beras, tidak perlu lagi membuka lahan baru. Kegiatan petani fokus pada peningkatan kualitas pangan beras, agar mampu bersaing di pasar nasional.

“Kita masuk kepada daya saing dari mutu hasil tani yang kita hasilkan,” ujar Freddy di Kampung Bokem, Merauke, Kamis (22/10/2020).

Selain beras, tanaman umbi-umbian, sagu, pisang dan lainnya perlu peningkatan mutu, sehingga dapat diolah menjadi makanan sehat.

Saat ini, para petani Merauke sudah banyak yang membudidayakan padi organik, dengan hasilnya sangat melimpah. Namun, ada pula kendala yang dihadapi.

Petani Bokem misalnya, untuk mendapatkan sertifikasi sebagai petani organik, harus mengikuti banyak syarat yang harus dipenuhi.

Untuk melengkapi syarat yang diminta, perwakilan petani Bokem minta dukungan alat mesin pertanian (alsintan) khusus bagi petani organik. Pasalnya, semua alat maupun bibit atau wadah yang digunakan petani organik tidak terkontaminasi dengan yang digunakan di petani anorganik (yang menggunakan pupuk kimia).

Permintaan kedua, diharapkan Pemda membantu pemasaran beras organik. Juga, warga Bokem minta perbaikan jalan dari Kota Merauke menuju Kampung Bokem. Kondisinya rusak parah, berlubang, berdebu di musim kemarau dan genangan air di musim penghujan.