Gubernur Sebut Angka Pengangguran dan Kemiskinan di Maluku Menurun

Gubernur Murad Ismail bertindak selaku inspektur Upacara dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 RI, di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (17/8). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Gubernur Maluku, Murad Ismail menyebutkan, angka pengangguran dan tingkat kemiskinan di Provinsi Maluku per Maret 2020 mengalami penurunan.

437
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

Pemilihan Umum Gubernur Papua Barat Daya 2024 (selanjutnya disebut Pilgub Papua Barat Daya 2024), untuk memilih calon yang digadang-gadang menuju Kursi Gubernur Papua Barat Daya periode 2024-2029 yang layak bagi Anda.  Dan kami teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon Anda kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

“Ini bukti dari kerja keras kita bersama. Karena itu, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, forkopimda, bupati dan wali kota,” kata Gubernur saat rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku yang ke-75, yang digelar di ruang rapat paripurna utama gedung DPRD Provinsi Maluku, Rabu (19/8).

Menurutnya, kinerja ekonomi Maluku secara komulatif sampai dengan kuartal kedua tahun 2020 masih bertumbuh positif pada angka 1,52 persen.

“Sementara untuk tingkat nasional, sudah mengalami minus 5,32 persen. Satu juga melihat, bahwa situasi kedepan masih sulit untuk diprediksi, karena itu mari kita bekerja secara tegas, jujur, bersih dan melayani,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury mengaku, di hari ulang tahun Provinsi Maluku yang ke-75 ini, masih banyak problematika pembangunan, kemasyarakatan, dan kemanusiaan secara nasional semakin kompleks.

Menurutnya, masyarakat Maluku sudah cukup lama berada pada situasi dan kondisi yang tertinggal, dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

“Kemiskinan tertinggi yang dialami Provinsi Maluku, jumlah angka pengangguran yang juga tinggi, rendahnya mutu pendidikan, dan pelayanan dasar yang masih jauh dibawah standar nasional. Ratusan ribu kepala keluarga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, serta terdegradasinya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, membuat masyarakat Maluku terus tertinggal, jika kita tidak segera berbenah diri menyongsong masa depan kita, dan anak-anak cucu kita,” tegas Wattimury.