Berita

Lahirkan Anak Pertama, Pasien Covid-19 Jalani Operasi Persalinan

×

Lahirkan Anak Pertama, Pasien Covid-19 Jalani Operasi Persalinan

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, AIMAS – Salah seorang pasien terkonfirmasi Covid-19 asal Kabupaten Sorong, hari ini, Minggu, 14/6/2020), menjalani operasi persalinan di RSUD Kabupaten Sorong yang ada di Kampung Baru, Kota Sorong.

1465
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Pasien atas nama AN ini, menjalani operasi persalinan untuk kelahiran anak pertamanya. Yang bersangkutan sudah menjalani perawatan di rumah sakit itu sejak 23 Mei 2020 lalu.

“Ya benar. Berdasarkan pertimbangan dari tim dokter yang menangani, hari ini akan dilakukan operasi persalinan untuk yang bersangkutan,” kata Agustinus H Wabia, juru bicara Satgas Covid-19 kepada Teropongnews, Minggu (14/6/2020).

Untuk proses operasi persalinan, tim dokter yang menangani AN adalah dr Edwel Sp. OG, dr Pungky Spesialis Anastesi dan dr. Bagus Sp. A.

AN diketahui terkonfirmasi positif setelah dilakukan tes swab pada 8 Mei 2020, bersamaan dengan uji 82 sampel dari pasien lain. Saat itu, dari total jumlah uji sampel yang dilakukan, sebanyak 12 sampel berasal dari pasien lama, dan 70 sampel dari pasien baru yang melakukan kontak erat dengan pasien lama.

Hasilnya, dari 70 sampel pasien yang melakukan kontak erat itu, sebanyak 16 sampel dinyatakan positif, dan 54 sampel negatif.

“Yang positif termasuk Ibu AN ini,” kata Agustinus Wabia.

Status AN ini diduga karena interaksi dengan suaminya, D, salah seorang pasien positif Covid-19 dari cluster Gowa, Sulawesi Selatan. D sudah lebih dulu menjalani karantina khusus di gedung Dharma Wanita Kabupaten Sorong.

Sementara terkait biaya persalinan AN, menurut Agustinus Wabia, seluruhnya menjadi tanggungjawab dari pemerintah. “Ini kan (AN) pasien positif, jadi biaya ditanggung pemerintah,” tandas Agus. **