Berita

Ratusan Pemuda Yang Tak Lolos Tes Catam TNI Kembali Datangi DPRD

×

Ratusan Pemuda Yang Tak Lolos Tes Catam TNI Kembali Datangi DPRD

Sebarkan artikel ini
Ratusan pemuda yang berasal dari empat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kota Tual, dan Kabupaten Kepulauan Aru kembali mendatangi DPRD Provinsi Maluku, Senin (11/5). Foto-Rudy Sopaheluwakan/TN

Ambon, TN – Ratusan pemuda yang berasal dari empat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kota Tual, dan Kabupaten Kepulauan Aru kembali mendatangi DPRD Provinsi Maluku, Senin (11/5).

1566
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Ratusan pemuda ini baru selesai mengikuti tes Calon Tamtama (Catam) TNI yang diselenggarakan pihak Kodam XVI/Pattimura di Ambon. Namun, mereka tidak lolos tes. Mereka mendatangi DPRD untuk menanyakan nasib mereka yang terlantar di Kota Ambon, karena tidak bisa kembali ke daerah masing-masing, lantaran diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR), yang diterapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku.

Mereka meminta DPRD Provinsi Maluku untuk bisa memfasilitasi mereka kembali ke kampung halaman masing-masing, karena mereka kesulitan untuk membiayai hidup selama berada di Kota Ambon.

“Jadi, DPRD Provinsi Maluku sudah hubungi kepala daerah dan Dinas Perhubungan masing-masing daerah, akan tetapi jawaban mereka itu, daerah-daerah ini masih menutup akses transportasi,” tegas Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias saat menemui ratusan pemuda ini, di pelataran kantor setempat.

Menurut dia, yang bersedia untuk menerima kepulangan mereka hanyalah Bupati Maluku Tenggara, Taher Hanubun. “Kami 13 anggota legislatif dari Tenggara Raya, akan pertaruhkan diri demi kepulangan adik-adik. Yang penting, adik-adik bersabar untuk deviasi kapal. Kami dari DPRD sementara buat rekomendasi. Kami siap bertanggung jawab. Kapal adanyaitu Sabuk Nusantara 103, untuk kembalikan adik-adik ke kampung halaman,” sebut Anos.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Maluku dapil KKT dan MBD, Francois Orno menyatakan, masing-masing kabupaten/kota harus ada koordinatornya, terkait pendataan nama-nama, agar lebih tertib.

Untuk diketahui, ratusan pemuda ini mengikuti tes Catam TNI sejak Maret 2020 lalu. Nama-nama yang tidak lolos tes, telah diumumkan tanggal 2 Mei 2020. Olehnya itu, karena kehabisan uang makan dan biaya tempat tinggal, serta pemberlakuan PSBR membuat mereka tidak ada akses pulang ke daerah masing-masing.