Berita

Pasien Dengan Keluhan Mirip Covid-19 Ditangani Dengan Prosedur WHO

×

Pasien Dengan Keluhan Mirip Covid-19 Ditangani Dengan Prosedur WHO

Sebarkan artikel ini
Pemakaman salah seorang pasien yang mengidap penyakit TBC di Kota Ambon, yang dilakukan dengan prosedur penanganan sesuai Protokol Covid-19. Foto-Ist/TN

Ambon, TN – Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz menjelaskan tentang prosedur penanganan pasien di Rumah Sakit terkait protokol Covid-19 standar WHO.

Menurutnya, prosedur tersebut sudah berlaku di Kota Ambon. Pihak RSUD Dr. Haulussy telah mengeluarkan surat edaran, terkait prosedur penanganan pasien yang datang melakukan pemeriksaan, atau dirujuk ke IGD dengan gejala Covid-19.

“Hal ini tidak lepas dari kondisi Kota Ambon yang sudah terjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, seorang pasien yang datang dengan keluhan tenggorokan seperti batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan serta demam, akan langsung dimasukan ke ruang isolasi IGD. Pasien tersebut akan langsung mengisi formulir skrining Covid-19, dan melakukan pemeriksaan darah dan rapid test,” lagi kata Joy lewat rilisnya yang diterima wartawan, di Ambon, Sabtu (2/5).

4405
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Secara otomatis, kata dia, pasien tersebut berstatus ODP atau PDP. Semisal hasil pemeriksaan awal, pasien tersebut negatif, maka pasien tersebut dapat melakukan rawat jalan dengan edukasi isolasi mandiri, dan wajib melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota Ambon.

“Kalau pasien tersebut berstatus PDP, maka langsung dirawat diruang isolasi, serta dilakukan foto rontgen disana, dan bila hasil test awal adalah positif, pasien akan mengikuti swab test,” jelas dia.

Ditambahkan lagi, pasien yang hasil rapid testnya negatif, akan tetap mengikuti prosedur pemeriksaan rapid test kedua 10 hari setelah test rapid pertama.

Terkait pasien yang meninggal pada saat melakukan perawatan, Joy menjelaskan, prosedur yang diterapkan sesuai dengan protokol Covid-19.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, lanjut Jubir, seorang pasien yang mengalami gangguan penapasan karena penyakit bawaan, asma dan TBC paru. Ketika dibawah ke rumah sakit umum, pasien tersebut tak tertolong dan meninggal dunia di Rumah Sakit.

Dikatakan pula, pasien tersebut ketika merujuk ke Rumah Sakit, keluhannya menyerupai keluhan pasien Covid-19, sehingga diterapkan prosedur penanganan Covid-19.

“Kepada pasien sudah dilakukan rapid test dan hasilnya positif, namun rapid test tidak memastikan seorang pasien adalah positif Covid-19. Sampel swab test telah diambil untuk memastikan penyebab kematian yang bersangkutan, dan hasilnya baru dapat diketahui beberapa hari kedepan,” tegas dia.

Terhadap pasien, telah dilakukan proses pemakaman dengan menggunakan protap Covid-19. “Ini adalah langkah yang diambil oleh pihak rumah sakit, untuk mengantisipasi dengan melakukan prosedur pemakaman sesuai protokol Covid-19, mulai dari kesiapan jenasahnya sampai dengan lokasi pemakaman yang telah disiapkan Pemerintah Kota Ambon,” kata Joy.

Untuk diketahui, prosedur penanganan sesuai Protokol Covid-19 dilakukan, untuk mencegah dan mengantisipasi dini penyebaran Covid-19 pada wilayah yang rentan dan sudah terdampak transmisi lokal.

Rapid Test adalah test awal yang dilakukan, untuk mengantisipasi dini penyebaran. Namun, bukan test konkrit untuk memastikan seorang pasien positif Covif-19, karena test konkrit untuk memastikan seorang positif Covid-19 adalah Swab Test.