Berita

Warga Kabupaten Sorong Dihimbau Tidak Panik Sikapi Hasil Swab 10 ODP

×

Warga Kabupaten Sorong Dihimbau Tidak Panik Sikapi Hasil Swab 10 ODP

Sebarkan artikel ini
Jamaah Tablig asal Kabupaten Sorong, terpaksa dikarantina secara khusus oleh Satgas Covid Kabupaten Sorong, setelah mereka teridentifikasi sebagai pelaku perjalanan usai mengikuti kegiatan Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan. (Foto:Tantowi/TN)
Jamaah Tablig asal Kabupaten Sorong, terpaksa dikarantina secara khusus oleh Satgas Covid Kabupaten Sorong, setelah mereka teridentifikasi sebagai pelaku perjalanan usai mengikuti kegiatan Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan. (Foto:Tantowi/TN)

Aimas, TN – Hasil analisa swab yang dilakukan terhadap 10 orang warga Kabupaten Sorong yang berstatus ODP, menyatakan positif terinfeksi virus corona. Tapi hasil tes itu belum merupakan hasil akhir, karena masih akan dilakukan tes swab lanjutan, untuk memastikan kondisi yang bersangkutan.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sorong, M Said Noer menjelaskan, meski hasil tes swabnya dinyatakan positif, kondisi fisik ke 10 orang yang saat ini menjalani karantina khusus di Gedung Dharma Wanita, masih terlihat sehat dan beraktivitas seperti biasa.

Berdasarkan pemantauan dan SOP dari tim dokter, 10 orang ini belum perlu dievakuasi ke rumah sakit dan ditingkatkan statusnya sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Nanti akan dilakukan swab kedua, karena kondisi tubuh mereka saat ini cukup stabil, gejalanya juga belum tampak. Makanya selama di karantina, kita berikan asupan makanan yang betul-betul bergizi, didorong dengan obat dan vitamin,” ujar M Said Noer kepada Teropongnews, Selasa (28/4/2020) malam.

Dengan isolasi khusus terhadap mereka, lanjut Said Noer, masyarakat tidak perlu panik, dan tetap waspada dengan menjalankan protokoler pencegahan Covid-19.

“Kami kan sudah isolasi mereka ini sebelumnya, jadi saya harap warga tidak perlu panik. Kecuali kalau mereka masih bersama-sama dengan masyarakat, itu yang resiko tinggi. Kepanikan yang berlebihan, justru menurunkan imun di tubuh kita, dan efeknya menjadi rentan terjangkit virus ini,” kata Said Noer.

Terhadap keluarga 10 orang ini, menurutnya, juga sudah dilakukan rapid test dan hasilnya negative. Ketika nanti alat swab-nya datang, keluarga ini akan dilakukan analisa swab untuk mengetahui hasil lebih lanjut.

“Kalau memang ketahuan keluarganya positif, kita isolasi juga. Pokoknya kita minimalisir lingkungan tempat tinggal. Untuk sementara pihak keluarga kita arahkan untuk isolasi mandiri dulu,” tukas mantan Sekda Kabupaten Sorong ini.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong mengirimkan sampel cairan 12 orang yang diketahui sebagai pelaku perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan ini, untuk dianalisa swab bersama dengan 3 orang dari Kota Sorong dan 3 orang dari Kota Jayapura.

Hasilnya, dari 12 yang dikirim 10 orang dinyatakan positif, sedang 2 orang negative, meski dari hasil rapid test sebelumnya, keduanya dinyatakan ada reaksi ke arah positif. Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong akan melakukan tes swab kedua terhadap 10 orang tersebut, satu minggu setelah hasil tes swab pertama keluar.

Tes swab adalah tes diagnostic dengan mengambil sampel cairan dari hidung dan tenggorokan, yang kemudian di analisa di lab menggunakan polymerase chain reaction (PCR) untuk mencari tanda-tanda materi genetika virus.

Akan tetapi, tidak berarti bahwa tes ini akan mampu mendeteksi setiap kasus virus corona. Hasil tes seorang pasien yang berada dalam tahap awal infeksi atau terjangkit virus berkadar relatif rendah, bisa muncul negatif. **