Pemdes Poka Sikapi Surat Edaran Kemendes PDTT

Pemerintah Desa (Pemdes) Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon membangun ruang isolasi mandiri. Foto-Ist/TN

Ambon, TN – Pemerintah Desa (Pemdes) Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon membangun ruang isolasi mandiri, setelah menyikapi surat edaran Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19, dan penegasan Padat Karya Tunai Desa tertanggal 24 Maret 2020.

446
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

Pemilihan Umum Gubernur Papua Barat Daya 2024 (selanjutnya disebut Pilgub Papua Barat Daya 2024), untuk memilih calon yang digadang-gadang menuju Kursi Gubernur Papua Barat Daya periode 2024-2029 yang layak bagi Anda.  Dan kami teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon Anda kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Untuk diketahui, Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia itu, ditujukan kepada seluruh Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan Kepala Desa di seluruh Indonesia.

Maksud dan tujuan surat edaran ini sebagai acuan dalam Pelaksanaan Desa Tanggap COVID-19 dan pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan mengggunakan dana desa.

Surat edaran ini menjadi panduan dalam penggunaan Dana Desa tahun 2020. Hal-hal yang tidak diatur dalam surat edaran ini berkaitan dengan penggunaan dana desa selanjutnya mengacu pada peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

“Berdasarkan surat edaran Kemendes PDTT dan arahan dari Bapak Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, maka Pemdes Negeri Poka sudah membangun ruang isolasi mandiri desa dengan menggunakan dana desa,” ujar Penjabat Kades Poka, Erick Van Room, Sabtu (4/4).

Menurutnya, ruang isolasi mandiri desa dimaksud nantinya akan dijadikan sebagai ruang transit sementara bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) khususnya warga Kota Ambon yang datang dari luar.

“Misalkan ada warga kita yang berada di luar dan sudah kembali otomatis sebagai ODP. bila bergejala maka ruang isolasi mandiri desa dapat digunakan. Pemdes akan memanggil petugas kesehatan dari Puskesmas untuk menangani. Sebab harus ada gugus tugas di desa, dan diwajibkan membangun ruang isolasi mandiri sesuai surat edaran,” kata Erick.

Meski begitu, dia mengakui, ruang isolasi mandiri desa tersebut hanya sebagai tempat transit sementara. Artinya, jika dalam penanganan diketahui bergejala lanjut atau sudah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maka petugas Puskesmas dalam kesatuan gugus tugas akan merujuk pasien yang bersangkutan ke RSUD Haulussy untuk ditangani.

“Jadi, ruang isolasi mandiri desa ini hanya sebagai ruang transit sementara sebelum dirujuk lanjut ke rumah sakit yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan penangangan Covid 19 yaitu RSUD Haulussy,” ujarnya.

Masih menurut Erick, setelah membangun ruang isolasi mandiri, pihaknya bersama para relawan dan pendamping desa siap menyebar, dan memasang stiker juga spanduk himbauan dari Wali Kota Ambon dan Pemerintah Desa sendiri.

“Selain itu, kami juga menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota untuk segera membangun setidaknya 10 tempat cuci tangan di sepuluh titik strategis yang ramai dalam wilayah pemerintah Desa Poka, dan giat melakukan penyomprotan disinfektan ke rumah-rumah warga,” pungkasnya.