Waisai, TN- Kantor Satuan Polair Polres Raja Ampat yang dibangun menggantung di atas laut, diperkirakan ambruk pada Minggu dini hari (1/3).

Ambruknya kantor tersebut, menurut, Kepala Biro Logistik Polda Papua Barat, Kombes Pol Soedaryono, diduga akibat pergeseran tanah yang labil akibat hujan deras atau faktor alam.

Kepala Biro Logistik Polda Papua Barat, Kombes Pol Soedaryono, didampingi Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre J.W. Manuputty, S.I.K (kiri). Foto wim.

“Dari perhitungan awal itu, sudah paling keras struktur tanahnya, namun setelah dilihat dari kondisi yang ada di lokasi ada pergerakan tanah yang bergeser dan tanah yang labil, sehingga bangunannya turun,” ujar Kombes Pol Soerdayono, di lokasi kantor Sat Polair di Waisai Raja Ampat, Senin (2/3).

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi kejadian. Bangunan yang membujur ke laut itu, pada posisi kanan bagian belakang diperkirakan ada pergeseran sehingga tiang penyangganya kemungkinan besar patah. Namun hal tersebut, belum dapat dipastikan, karena posisi tiang berada di dalam air laut.

Ditanya terkait langkah yang diambil pihak Polda Papua Barat kedepan. Kata Soerdayono, tidak ada langkah hukum yang diambil, yang pasti kejadian tersebut bukan sebuah kelalaian, namun karena faktor alam. Setelah melihat secara langsung, pihaknya langsung bergerak untuk membongkar bangunan yang sebelumnya sudah berdiri megah itu.

“Tidak ada langkah apa-apa, itu juga bukan sebuah kelalaian, murni faktor alam. Intinya yang pasti pihak kontraktor sudah bersedia bertanggungjawab dan menggantinya, artinya mereka akan bagun ulang,” terangnya.

Menurutnya, bangunan kantor Sat Polair itu dibangun sejak bukan Juli 2019 lalu dan selesai pada Januari 2020, namun masih dalam tanggungjawab pihak ketiga atau Kontraktor

Dikatakan, Kontraktor atau pihak ketiga yang memenangkan tender pembangunan kantor Sat Polair Polres Raja Ampat Polda Papua Barat adalah PT. Jaya Putra Papua yang beralamat di Manokwari.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Polri, PT. Jaya Putra Papua merupakan pemenang tender tersebut, dengan nilai kontrak sebesar Rp2.180.745.000,00, melalui pagu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019.

Pihak kontraktor dari PT. Jaya Putra Papua yang ditemui awak media di lokasi kejadian, guna mengkonfiemasi ambruknya kantor Sat Polair Polres Raja Ampat itu, namun yang bersangkutan tidak bersedia untuk memberikan keterangan dan terkesan berusaha untuk menghindari awak media. “Iya..Tunggu saya balik ya,” ucapnya sambil berlalu dari awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda