Merauke, TN – Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, T. Soni Betaubun menyebutkan, keterbatasan guru di Merauke dikarenakan formasi guru hanya untuk sekolah negeri sedangkan sekolah yayasan tidak diberikan formasi oleh pemerintah.

Sementara di Merauke sendiri, sekolah terbanyak adalah sekolah yayasan. Namun penyebaran guru tidak merata sebab formasi penerimaannya tidak dilakukan pemerintah untuk yayasan.

“Kalau kita lihat formasi guru hanya untuk sekolah negeri sedangkan seolah yayasan tidak ada. Sementara jumlah yayasan di Merauke lebih banyak dari sekolah negeri,” jelas Soni di Halogen Hotel Merauke, Selasa (03/03).

Lanjut Soni, tenaga guru terus berkurang saat purna bakti, meninggal dunia atau berhalangan tetap.
Selain itu, ada juga ketentuan menjadi untuk guru yakni harus lulus PPG (Pendidikan Profesi Guru), selanjutnya bisa diangkat jadi pegawai negeri. Selama belum lulus maka belum bisa diangkat.

“Maka kita tidak asal mengangkat guru, harus dilihat dari persyaratan yang salah satunya sudah lulus PPG,” tuturnya.

Menjawab kekurangan tenaga guru di Merauke, Pemerintah diharapkan mempertimbangkan lagi tentang formasinya. Formasi bukan hanya untuk sekolah negeri tetapi juga sekolah yayasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda