Tangsel, TN – Aktivitas berbeda dilakoni Bakal Calon Wali Kota Tangerang Selatan, DR. Siti Nur Azizah. Ia berkesempatan menjadi model pemotretan Komunitas Fotografi dan Videografi Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Azizah, begitu sapaannya pun menjadi fokus bidikan lensa kamera anggota komunitas yang beranggotakan kaum milenial Tangsel tersebut. Wanita anggun berkarakter ini ternyata memiliki wajah yang fotogenik. Para pembidik berlensa ini pun sudah tahu, mengerti dan memahami apa yang harus dilakukan pada gerak demi gerak, mulai dari raut bahkan kerut wajah hingga gerakan dinamis sekalipun jadi sasaran bidik.

Azizah, ya Siti Azizah, fotogenik yang hari itu memberi peluang para pembidik berlensa itu begitu mudah, begitu gampang menghasilkan pose demi pose yang artistik dan gambar yang ber-roh.

Maka tak heran apabila kehadiran Azizah di tengah-tengah para fotografer muda di Cafe Kebon Latte, Jalan H. Jamat, Ciater, Serpong, Jumat (06/03/2020) tersebut bertabur pujian, salah satunya dari Maftuh.

“Ibu Azizah orangnya asyik. Saya berharap bila Ibu Siti Nur Azizah memimpin Kota Tangerang Selatan, bisa memajukan dunia fotografi,” ujarnya.

Ia juga berharap, pertemuan itu terus berkelanjutan serta bisa menggelar acara bersama.

“Semoga kami bisa bertemu lagi dengan Ibu Siti Nur Azizah, dan semoga cita-cita beliau mengemban amanah masyarakat Kota Tangerang Selatan (menjadi Wali Kota) tercapai,” harapnya.

Senada, Bowo Lukito anggota komunitas Fotografi dan Videografi Tangsel lainnya mengungkapkan rasa terima kasihnya karena Azizah di tengah kesibukannya, masih menyempatkan waktu bertemu dengan komunitas Footografi yang sebagian dari mereka adalah pewarta foto.

“Kami memohon untuk mengadakan event agar kami bisa terus bersemangat,” katanya.

Azizah pun tampak antusias. Ia menyebut, fotografer dan videografer adalah pekerja kreatif yang profesional.

“Kalau yang memberikan dukungan para fotografer tentu tidak akan salah pilih. Karena fotografer adalah para pekerja kreatif yang profesional. Matanya lebih jeli dari siapapun. Bahkan untuk melihat pun mereka tak perlu dua mata, cukup satu. Ya…satu mata yang terhubung dengan hati nurani. Sehingga tercipta citra gambar yang indah luar biasa,” ucapnya.

Bagi Azizah, memimpin Tangsel juga tak ubahnya mengulik fotografi agar hasilnya indah. Sehingga, kata dia, Tangsel harus dibangun dengan pendekatan yang estetik, autentik, dan organik.

“Dengan semangat estetik kita ubah semua menjadi indah dan cantik. Dengan autentik kita tampilkan jatidiri dari potensi yang ada, dan kearifan lokal masyarakat Tangsel yang harus terus kita jaga. Dengan organik kita pancarkan kolaborasi rakyat dalam menyambut Tangsel lebih maju dan berkelas dunia,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda